Morning skincare vs night skincare, emang bedanya apa?
- Morning skincare dan night skincare ternyata punya fungsi berbeda. Kenali perbedaan skincare pagi dan malam biar rutinitas nggak asal layering.
- Night skincare lebih fokus membersihkan, melembapkan, dan merawat kulit.
- Nggak perlu pakai banyak produk sekaligus karena skincare simpel lebih gampang dilakukan konsisten.
Jakarta: Skincare pagi sama malam emang kelihatannya mirip. Sama-sama ada cleanser, serum, sampai moisturizer. Tapi ternyata, fungsi keduanya nggak benar-benar sama. Jadi, kalo selama ini kamu cuma membedakan skincare berdasarkan jam pakainya, ada sedikit yang perlu diluruskan.
Kulit menghadapi kondisi berbeda sepanjang hari. Pagi hari, kulit bakal berhadapan dengan sinar matahari dan berbagai paparan dari lingkungan. Sementara malam hari bisa jadi waktu buat fokus membersihkan dan merawat kulit.

(Rutinitas skincare pagi dan malam. Foto: AI Generated)
Morning skincare fokusnya perlindungan
Rutinitas pagi pada dasarnya dibuat untuk mempersiapkan kulit sebelum beraktivitas. Setelah membersihkan wajah, kamu bisa menggunakan serum sesuai kebutuhan, moisturizer, lalu sunscreen.
Nah, sunscreen ini nggak boleh dianggap sebagai step tambahan yang bisa dilewatkan. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, perlindungan broad spectrum, dan water resistant.
Urutannya juga simpel: cleanser, produk perawatan seperti serum, moisturizer, lalu sunscreen sebagai step terakhir skincare pagi.
Kalau kamu suka menggunakan vitamin C, bahan ini juga bisa masuk ke morning skincare. Tapi sifatnya opsional, ya. Nggak perlu dipaksakan cuma karena lagi banyak dibahas.
Night skincare waktunya fokus merawat
Begitu malam datang, sunscreen udah nggak dibutuhkan. Fokus skincare bisa bergeser ke membersihkan wajah dari kotoran, makeup, dan sunscreen, kemudian menjaga kelembapan kulit.
Malam juga sering jadi waktu untuk menggunakan treatment tertentu. Salah satunya retinol atau retinoid, yang memang umum digunakan dalam rutinitas malam.
Cleveland Clinic, pusat medis akademik nonprofit di Amerika Serikat yang menggabungkan layanan kesehatan, penelitian, dan pendidikan kedokteran, menjelaskan bahwa retinol dapat membantu mengatasi beberapa masalah kulit, tetapi juga berpotensi menyebabkan kulit kering dan iritasi.
Karena itu, penggunaannya sebaiknya dimulai perlahan dan diikuti moisturizer. Jangan juga merasa harus memakai banyak active ingredients sekaligus. Kalau kulit malah perih, kemerahan, atau kering banget, bisa jadi kulit justru lagi nggak cocok dengan rutinitas tersebut.
Jadi, harus punya skincare pagi dan malam?
Jawabannya: nggak harus ribet.
Beberapa produk seperti cleanser dan moisturizer memang bisa digunakan pagi serta malam, selama formulanya cocok dengan kondisi kulit. Yang perlu dibedakan adalah step yang memang punya fungsi khusus, terutama sunscreen untuk pagi dan beberapa treatment yang lebih cocok digunakan malam.
Jadi, daripada punya rutinitas 10 step tapi cuma bertahan seminggu, mending bikin skincare routine yang realistis dan bisa kamu lakukan konsisten.
Intinya gampang: pagi lindungi, malam rawat. Sisanya tinggal sesuaikan sama kebutuhan kulitmu.
Desi I.
(FIR)