Seberapa Sering Eksfoliasi Wajah di Usia 40 Tahun? Jangan Sampai Over-Exfoliate!
- Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati agar wajah terlihat lebih halus dan cerah.
- Frekuensinya perlu disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit.
- Terlalu sering eksfoliasi bisa merusak skin barrier dan memicu iritasi.
Jakarta: Memasuki usia 40 tahun, kondisi kulit mulai mengalami perubahan. Wajah bisa terasa lebih kering, kusam, bahkan teksturnya nggak lagi sehalus dulu.
Eksfoliasi memang bisa membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, jangan sampai terlalu sering melakukannya karena justru bisa bikin kulit iritasi.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), frekuensi eksfoliasi perlu disesuaikan dengan jenis kulit dan metode yang digunakan.
Seberapa sering wajah perlu dieksfoliasi?
Nggak ada aturan yang sama untuk semua orang. Sebagai panduan umum, eksfoliasi wajah bisa dimulai dari satu kali seminggu, kemudian disesuaikan dengan respons kulit.
Kulit kering dan sensitif sebaiknya lebih berhati-hati. Sementara itu, kulit berminyak mungkin bisa menoleransi eksfoliasi lebih sering.
Kenali jenis eksfoliasi wajah
Ada dua jenis eksfoliasi yang umum digunakan:
-
Physical exfoliation: Mengangkat sel kulit mati menggunakan scrub, spons, atau alat khusus.
-
Chemical exfoliation: Menggunakan kandungan seperti AHA dan BHA untuk membantu melepaskan sel kulit mati.
Untuk kulit usia 40 tahun yang cenderung kering atau sensitif, pilih metode yang lebih lembut dan hindari scrub kasar.
Hati-hati tanda over-exfoliation
Terlalu sering eksfoliasi bisa membuat skin barrier terganggu. Beberapa tandanya antara lain kulit terasa perih, kemerahan, mengelupas, kering, dan lebih sensitif dari biasanya.
AAD menyarankan penggunaan moisturizer setelah eksfoliasi untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Jangan lupa gunakan sunscreen minimal SPF 30 pada pagi hari.
Jadi, nggak perlu mengejar kulit glowing dengan eksfoliasi setiap hari. Lebih baik lakukan secukupnya dan sesuaikan dengan kondisi kulit agar tetap sehat dan terawat.
Desi I.
(TIN)