BEAUTY

Sering Waxing atau Mencukur Bulu? Waspadai Bahayanya untuk Skin Barrier dan Mikrobioma Kulit

Fatha Annisa
Minggu 07 Juni 2026 / 18:02
Ringkasnya gini..
  • Terlalu sering melakukan hair removal seperti mencukur, waxing, atau threading dapat merusak skin barrier.
  • Penghilangan bulu berulang juga dapat mengganggu mikrobioma kulit.
  • Laser hair removal dinilai sebagai opsi yang relatif lebih aman jika dilakukan oleh tenaga profesional.
Jakarta: Hair removal adalah bagian rutin dari perawatan diri, baik dengan mencukur, waxing, threading, maupun perawatan laser. Apakah perawatan ini dapat menimbulkan bahaya bagi kulit?
 
Kulit yang halus dan bebas bulu memang terlihat lebih rapi, tetapi terlalu sering menghilangkan bulu justru berbahaya. Rambut halus pada tubuh secara alami ada karena suatu alasan, dan menghilangkannya berulang kali dapat mengganggu kesehatan kulit.
 
Dr Chandani Jain Gupta, seorang dokter kulit, mengatakan bahwa terlalu sering mencukur hingga waxing dapat memengaruhi kulit, memicu flare-up, infeksi, dan iritasi, serta apa yang terjadi ketika mikrobioma kulit terganggu.
 
Baca juga: 15 Tips Mencegah Flek Hitam di Kulit Setelah Waxing
 

Risiko hair removal terhadap skin barrier

Chandani menjelaskan bahwa berbagai metode hair removal dapat merusak skin barrier, sehingga bakteri patogen lebih mudah berkembang. Seperti mencukur yang bisa menciptakan luka dan iritasi, serta waxing atau threading yang bisa menyebabkan kemerahan dan iritasi.
 
Selain itu, seseorang juga berisiko mengalami kondisi kulit yang bersifat inflamasi, terutama mereka dengan kulit sensitif. Namun, jika Sobat Medcom menginginkan metode hair removal yang aman, ia merekomendasikan laser yang dilakukan oleh profesional.
 
“Laser hair removal lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi kulit dibandingkan mencukur, waxing, atau threading,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Minggu, 7 Juni 2026.
 
Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Sebelum dan Sesudah Waxing
 

Bahaya hair removal terhadap mikrobioma kulit

Mikrobioma adalah komunitas mikroorganisme yang hidup di lingkungan tertentu, seperti permukaan kulit. Menurut ilmuwan Dr. Debojyoti Dhar, penghilangan bulu berulang dapat memengaruhi mikrobioma kulit.
 
Hal tersebut karena mikrobioma terdiri dari bakteri hingga jamur yang berfungsi menjaga keseimbangan kulit dengan mengatur proses peradangan, hidrasi, dan iritasi. Sedangkan folikel rambut sendiri berfungsi sebagai lingkungan mikro yang berkontribusi terhadap keseimbangan tersebut.
 
“Jika folikel terus-menerus terganggu, komunitas mikroba di sekitarnya juga akan merasakannya,” jelas Dr. Debojyoti.
 
 
Baca juga: Panduan Perawatan Kulit Setelah Waxing untuk Menghindari Iritasi


Artinya, kulit memiliki sistem perlindungan alami. Ketika seseorang terlalu sering mencukur atau melakukan waxing, sistem tersebut dapat terganggu sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap kekeringan, peradangan, iritasi, hingga sensitivitas berlebih.
 
Dr. Debojyoti juga menambahkan bahwa proses eksfoliasi sebelum dan sesudah perawatan dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan mikroba baik untuk bertahan hidup.
 
Selain itu, mencukur dapat menyebabkan mikroabrasi yang merusak skin barrier meskipun kulit tampak baik-baik saja, serta waxing mencabut rambut hingga ke akar dan memicu tingkat peradangan tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH