BEAUTY
Air Beras Jadi Skincare Natural? Ini Manfaatnya Buat Kulit
A. Firdaus
Sabtu 31 Januari 2026 / 10:37
- Air hasil rendaman beras diketahui mengandung inositol
- Air hasil rendaman dapat digunakan sebagai bilasan.
- Banyak manfaat dari air rendaman beras.
Jakarta: Pemanfaatan air beras sebagai perawatan wajah alami bukanlah hal baru. Praktik ini telah lama dikenal dalam tradisi perawatan kulit di berbagai wilayah Asia dan diwariskan secara turun-temurun.
Seiring meningkatnya minat terhadap produk perawatan berbahan alami, penggunaan air beras kembali mendapat perhatian sebagai alternatif skincare yang sederhana dan mudah diakses.
Menurut I Gusti Nyoman Darmaputra, potensi manfaat air beras berasal dari sejumlah zat aktif yang terkandung di dalamnya. Air hasil rendaman beras diketahui mengandung inositol, vitamin B, vitamin E, serta berbagai senyawa antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
"Kandungan-kandungan ini baik untuk regenerasi sel, menjaga skin barrier, mempertahankan kelembapan, hingga membantu mencegah penuaan dini," kata Darma, dikutip dari detikhealth.
Darma menjelaskan bahwa keberadaan antioksidan sangat penting dalam menangkal radikal bebas, yang dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab penuaan dini pada kulit.
Sementara itu, efek cerah yang sering diasosiasikan dengan penggunaan air beras berkaitan dengan kandungan niasin dan antioksidan lain, yang mendukung proses pergantian sel kulit secara alami. Namun demikian, Darma menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak selalu memberikan hasil yang seragam pada setiap individu.
"Konsentrasi spesifiknya dalam air cucian beras tidak selalu terukur tinggi," ujar Darma.
Dengan kata lain, efektivitas air beras sebagai perawatan kulit sangat bergantung pada kondisi kulit masing-masing orang serta cara pengolahannya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beragam manfaat air beras untuk wajah serta langkah penggunaan yang dianjurkan.
Salah satu manfaat yang paling sering dirasakan adalah membantu mencerahkan kulit. Kandungan vitamin dan enzim alaminya dapat mendukung penyamaran noda hitam, sekaligus membantu meratakan warna kulit yang tampak kusam.
Selain itu, sifat anti-inflamasi pada air beras membuatnya bermanfaat untuk menenangkan kulit yang mengalami kemerahan. Termasuk akibat jerawat atau iritasi ringan.
Air beras juga dikenal mampu membantu menjaga kadar kelembapan kulit. Sifatnya sebagai humektan alami membantu mengunci hidrasi, sehingga kulit terasa lebih halus dan kenyal.
Tak hanya itu, penggunaan rutin air beras dapat memberikan efek menyegarkan yang membantu mengontrol minyak berlebih dan membuat tampilan pori-pori terlihat lebih kecil.
Agar manfaatnya optimal, pemilihan bahan menjadi langkah awal yang penting. Gunakan beras putih atau beras organik yang telah dibilas pada pencucian pertama untuk menghilangkan debu dan kotoran.
Setelah itu, beras dapat direndam dalam air bersih selama sekitar 30 menit. Alternatif lainnya adalah dengan memfermentasikan rendaman beras selama 24 hingga 48 jam, yang biasanya ditandai dengan aroma sedikit asam.
Air hasil rendaman atau fermentasi tersebut dapat digunakan sebagai bilasan terakhir setelah mencuci wajah dengan sabun.
Selain itu, air beras juga bisa diaplikasikan menggunakan kapas layaknya toner. Setelah dibiarkan beberapa saat, wajah sebaiknya dibilas kembali dengan air bersih yang mengalir untuk mencegah sisa pati menempel dan berpotensi menyumbat pori-pori.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Seiring meningkatnya minat terhadap produk perawatan berbahan alami, penggunaan air beras kembali mendapat perhatian sebagai alternatif skincare yang sederhana dan mudah diakses.
Menurut I Gusti Nyoman Darmaputra, potensi manfaat air beras berasal dari sejumlah zat aktif yang terkandung di dalamnya. Air hasil rendaman beras diketahui mengandung inositol, vitamin B, vitamin E, serta berbagai senyawa antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
"Kandungan-kandungan ini baik untuk regenerasi sel, menjaga skin barrier, mempertahankan kelembapan, hingga membantu mencegah penuaan dini," kata Darma, dikutip dari detikhealth.
Darma menjelaskan bahwa keberadaan antioksidan sangat penting dalam menangkal radikal bebas, yang dikenal sebagai salah satu faktor utama penyebab penuaan dini pada kulit.
Sementara itu, efek cerah yang sering diasosiasikan dengan penggunaan air beras berkaitan dengan kandungan niasin dan antioksidan lain, yang mendukung proses pergantian sel kulit secara alami. Namun demikian, Darma menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak selalu memberikan hasil yang seragam pada setiap individu.
"Konsentrasi spesifiknya dalam air cucian beras tidak selalu terukur tinggi," ujar Darma.
Dengan kata lain, efektivitas air beras sebagai perawatan kulit sangat bergantung pada kondisi kulit masing-masing orang serta cara pengolahannya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beragam manfaat air beras untuk wajah serta langkah penggunaan yang dianjurkan.
Beragam manfaat air beras untuk wajah
Salah satu manfaat yang paling sering dirasakan adalah membantu mencerahkan kulit. Kandungan vitamin dan enzim alaminya dapat mendukung penyamaran noda hitam, sekaligus membantu meratakan warna kulit yang tampak kusam.
Selain itu, sifat anti-inflamasi pada air beras membuatnya bermanfaat untuk menenangkan kulit yang mengalami kemerahan. Termasuk akibat jerawat atau iritasi ringan.
Air beras juga dikenal mampu membantu menjaga kadar kelembapan kulit. Sifatnya sebagai humektan alami membantu mengunci hidrasi, sehingga kulit terasa lebih halus dan kenyal.
Tak hanya itu, penggunaan rutin air beras dapat memberikan efek menyegarkan yang membantu mengontrol minyak berlebih dan membuat tampilan pori-pori terlihat lebih kecil.
Langkah penggunaan yang dianjurkan
Agar manfaatnya optimal, pemilihan bahan menjadi langkah awal yang penting. Gunakan beras putih atau beras organik yang telah dibilas pada pencucian pertama untuk menghilangkan debu dan kotoran.
Setelah itu, beras dapat direndam dalam air bersih selama sekitar 30 menit. Alternatif lainnya adalah dengan memfermentasikan rendaman beras selama 24 hingga 48 jam, yang biasanya ditandai dengan aroma sedikit asam.
Air hasil rendaman atau fermentasi tersebut dapat digunakan sebagai bilasan terakhir setelah mencuci wajah dengan sabun.
Selain itu, air beras juga bisa diaplikasikan menggunakan kapas layaknya toner. Setelah dibiarkan beberapa saat, wajah sebaiknya dibilas kembali dengan air bersih yang mengalir untuk mencegah sisa pati menempel dan berpotensi menyumbat pori-pori.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)