BEAUTY

Viral Sih, tapi Yakin Mau Pakai Microneedling Serum? Cek Dulu Red Flag-nya!

Mia Vale
Senin 16 Maret 2026 / 19:14
Ringkasnya gini..
  • Selain alat microneedling rumahan atau dermaroller, kini serum microneedling juga cukup populer, terutama di TikTok.
  • Produk ini diklaim memiliki efek dan hasil yang setara dengan microneedling di klinik.
  • Kemasannya yang tampak seperti obat, tetapi bisa akan memberikan hasil kulit yang bercahaya bak kaca setelah menggunakannya.
Jakarta: Mungkin saat kamu berselancar di media sosial TikTok, kamu sering menemukan beberapa konten kreator kecantikan yang mengulas mengenai serum microneedling. Selain alat microneedling rumahan atau dermaroller, kini serum microneedling juga cukup populer, terutama di TikTok. 

Produk ini diklaim memiliki efek dan hasil yang setara dengan microneedling di klinik. Kemasannya yang tampak seperti obat, tetapi bisa akan memberikan hasil kulit yang bercahaya bak kaca setelah menggunakannya. 

Produk ini dirancang untuk digunakan langsung setelah membersihkan wajah guna mendorong penyerapan yang lebih baik untuk langkah selanjutnya. 
 
Dengan demikian, produk ini dapat dipadukan dengan serum seperti vitamin C atau retinol, bergantung pada masalah kulitmu, untuk meningkatkan efektivitasnya. Yang perlu diingat, jenis kulit sensitif mungkin mengalami iritasi jika menggunakan retinol.
 

Serum microneedling dan cara kerjanya


Microneedling merupakan salah satu perawatan kulit yang biasanya dilakukan di klinik kecantikan oleh tenaga profesional. Tujuannya untuk menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan pori-pori, serta membantu produk skincare menyerap lebih baik. 

Cara kerjanya dengan menciptakan luka-luka kecil pada kulit menggunakan jarum mini untuk merangsang proses penyembuhan alami. Saat proses penyembuhan itulah produksi kolagen dan elastin meningkat.

Jarum-jarum kecil ini menurut dr. Dian Pratiwi, SpDVE., melalui Beauty Joaurnal, akan masuk ke dalam kulit sesuai kedalaman yang sudah diatur dan membuat luka-luka mikro pada lapisan atas dan tengah (epidermis dan dermis) kulit. 

Luka-luka ini memicu proses penyembuhan alami kulit, meningkatkan produksi kolagen dan elastin sehingga dapat memperbaiki tekstur kulit, mengurangi kerutan halus, juga mengatasi masalah kulit lainnya, seperti bekas jerawat dan stretch marks.


(Menurut Melanie Palm, dokter kulit dari San Diego, sebenarnya serum microneedling lebih mirip dengan produk eksfoliasi seperti scrub, hanya saja tidak dibilas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Perlu diketahui, jarum-jarum kecil di dalam serum microneedling dibuat dari spons laut yang disebut spikula. "Spikula terasa menusuk di kulit wajah karena fungsinya membantu bahan aktif dalam serum menyerap lebih dalam dan bekerja lebih efektif," jelas Ginger King, ahli kimia asal New Jersey, seperti dikutip Allure. 

Sementara itu, Morgan Rabach, dokter kulit bersertifikasi dari LM Medical, New York, menambahkan bahwa spikula juga bekerja dengan mengikis lapisan terluar kulit dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan penyerapan skincare.
 

Keamanan serum microneedling


Klaim akan produk perawatan kecantikan tentu harus diuji kebenarannya. Jangan sampai hanya karena viral di media sosial, masyarakat menjadi FOMO dan mengikutinya.

Menurut Melanie Palm, dokter kulit dari San Diego, sebenarnya serum microneedling lebih mirip dengan produk eksfoliasi seperti scrub, hanya saja tidak dibilas. 

Spikula akan bertahan cukup lama di kulit sebelum larut sehingga perlu diaplikasikan secara teratur. Tak hanyak itu, Dr. Palm juga mengaku kurang yakin jika hasil serum microneedling bisa menyamai perawatan di klinik. 

"Panjang spikula pada serum microneedling tidak cukup untuk penetrasi yang ideal ke dalam kulit," imbuhnya.

Dan bicara mengenai keamanan produk ini, Dr. Rabach, menjelaskan kalau serum microneedling justru berpotensi menimbulkan lebih banyak efek buruk. 

Pasalnya, dengan cara kerja yang mengelupas epidermis tanpa pengawasan ahli, bisa merusak lapisan pelindung kulit. Belum lagi, spikula pada tiap produk juga tidak seragam yang bisa menimbulkan risiko menyebabkan iritasi hingga dermatitis kontak alergi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. 

Bahkan penggunaan berlebihan bahkan bisa memicu eksem, rosacea, hingga jerawat parah.

Bagi mereka yang memilih untuk mencoba serum ini, ditekankan pentingnya melakukan uji tempel pada kulit yang bersih dan mengikuti rekomendasi produsen untuk menghindari iritasi. 

Kamu mungkin juga ingin melakukan uji tempel pada seluruh rutinitas perawatan kulit, karena produk yang telah kamu gunakan tanpa masalah tiba-tiba dapat menyebabkan iritasi ketika menambahkan serum baru ini. 

Ingat, bagaimanapun, ini menyebabkan cedera mikro-saluran pada epidermis.

Intinya, tidak ada salahnya untuk menghindari tren TikTok ini, setidaknya sampai lebih banyak data ilmiah tersedia mengenai formulasi perawatan kulit ini. 
 
Dr. Rabach menambahkan, prosedur ini paling baik dan aman jika dilakukan oleh profesional berlisensi. 

Jadi, bila ingin menggunakan microneedling, mereka menyarankan untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan. Pasalnya, prosedur pelaksanaannya lebih aman dan ditangani oleh tenaga profesional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH