BEAUTY
Ahli: Tidak Semua Jenis Minyak Esensial Cocok untuk Kulit
Raka Lestari
Jumat 21 Mei 2021 / 14:15
Jakarta: Minyak esensial atau essential merupakan salah satu tren di bidang kesehatan yang cukup banyak diminati masyarakat. Namun, dalam penggunaannya pun tidak boleh sembarangan. Penting sekali mengetahui bagaimana cara penggunaan minyak esensial secara tepat, sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan dengan maksimal.
Menurut Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran dari Maple Holistics, ada kesalahpahaman bahwa semua minyak esensial memiliki kualitas yang sama, tetapi kenyataannya tidak demikian. Berdasarkan dari siapa yang membuatnya, minyak ini bisa 100 persen alami, diencerkan, atau bahkan sintetis.

(Penting sekali untuk mengecek bahan-bahan yang digunakan untuk memahami jenis yang dipakai sebelum kamu menggunakannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Menurut Apartment Therapy, percaya bahwa minyak yang perlu diencerkan hanya berlaku jika memang produk yang digunakan 100 persen alami atau sangat pekat.
Dan yang paling penting, kamu juga harus menyadari bahwa beberapa minyak esensial sebenarnya berbahaya saat digunakan pada kulit. “Citrus oil misalnya, adalah jenis minyak yang paling buruk jika digunakan pada kulit,” ujar ahli kecantikan Melissa Picoli Philips.
"Mereka sangat fototoksik, yang berarti menyebabkan kulit akan menyerap lebih banyak sinar UV yang lebih merusak, menyebabkan gangguan sel, hiper-pigmentasi, dan bahkan berpotensi kanker kulit," tambahnya.

(Meskipun tea tree oil bisa membantu untuk menghilangkan jerawat dengan cepat, ini juga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penyembuhan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Philips juga memperingatkan agar kamu harus berhati-hati saat menggunakan tea tree oil. “Meskipun tea tree oil bisa membantu untuk menghilangkan jerawat dengan cepat, ini juga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penyembuhan kulit karena mengganggu bioma alami pada tingkat yang lebih dalam,” pungkas Philips.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Menurut Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran dari Maple Holistics, ada kesalahpahaman bahwa semua minyak esensial memiliki kualitas yang sama, tetapi kenyataannya tidak demikian. Berdasarkan dari siapa yang membuatnya, minyak ini bisa 100 persen alami, diencerkan, atau bahkan sintetis.

(Penting sekali untuk mengecek bahan-bahan yang digunakan untuk memahami jenis yang dipakai sebelum kamu menggunakannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Menurut Apartment Therapy, percaya bahwa minyak yang perlu diencerkan hanya berlaku jika memang produk yang digunakan 100 persen alami atau sangat pekat.
Minyak esensial bisa berbahaya untuk kulit
Dan yang paling penting, kamu juga harus menyadari bahwa beberapa minyak esensial sebenarnya berbahaya saat digunakan pada kulit. “Citrus oil misalnya, adalah jenis minyak yang paling buruk jika digunakan pada kulit,” ujar ahli kecantikan Melissa Picoli Philips.
"Mereka sangat fototoksik, yang berarti menyebabkan kulit akan menyerap lebih banyak sinar UV yang lebih merusak, menyebabkan gangguan sel, hiper-pigmentasi, dan bahkan berpotensi kanker kulit," tambahnya.

(Meskipun tea tree oil bisa membantu untuk menghilangkan jerawat dengan cepat, ini juga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penyembuhan kulit. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Philips juga memperingatkan agar kamu harus berhati-hati saat menggunakan tea tree oil. “Meskipun tea tree oil bisa membantu untuk menghilangkan jerawat dengan cepat, ini juga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penyembuhan kulit karena mengganggu bioma alami pada tingkat yang lebih dalam,” pungkas Philips.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)