BEAUTY
Ini Dia 4 Cara Lenyapkan Milia dengan Aman, Menurut Dokter Kulit
Mia Vale
Senin 02 Januari 2023 / 08:05
Jakarta: Saat melihat ke cermin, ternyata ada sekumpulan bintik putih kecil dan keras di wajah. Tapi, benda ini tak terasa seperti jerawat atau whitehead biasa. Kemungkinan besar, ini adalah sesuatu yang disebut milia, atau kantong kecil kulit mati.
“Milia terbuat dari keratin,” kata Farah Moustafa, MD, dokter kulit dan direktur laser dan kosmetik di Tufts Medical Center di Boston.
Milia biasanya berkembang di pipi, kelopak mata dan hidung. Milia sendiri adalah kista kecil berwarna putih atau keputihan di kulit.
“Anggap saja sebagai jerawat yang tidak bisa ke mana-mana,” kata Joshua Zeichner, MD, seorang dokter kulit dan direktur Riset Kosmetik dan Klinis dalam Dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City.
Kista jinak ini terkadang disebut bintik susu atau jerawat bayi - sangat umum terjadi pada bayi, berkisar 50 persen bayi memilikinya saat lahir, menurut Klinik Cleveland. Tapi mereka bisa muncul pada siapa saja di usia berapa pun.
Menurut Dermatology Advisor, jenis yang paling umum pada orang dewasa adalah milia primer. Ada dua jenis lain yang kurang umum, satu yang terjadi secara berkelompok pada kulit dan satu lagi yang disebabkan oleh trauma pada kulit.
“Mungkin karena kerusakan akibat sinar matahari atau dari produk perawatan kulit yang berat,” ujar Dr Zeichner, seperti yang dinukil dari Good Housekeeping. Riasan atau pembersih berbahan dasar minyak bisa menjadi penyebabnya, jika menyumbat pori-pori.
Kerusakan kulit akibat cedera atau ruam, atau penggunaan kortikosteroid jangka panjang, juga bisa menjadi penyebab yang mungkin.
“Milia bisa menjadi gejala sekunder dari kondisi kulit yang melepuh, seperti luka bakar,” jelas Dr Moustafa. Pun bisa terjadi karena penyakit autoimun atau kondisi genetik.”
.jpg)
(Dr Zeichner mengatakan mungkin dokter kulit akan menyarankan untuk mencoba retinoid topikal yang dapat membantu dengan menghilangkan sel-sel di lapisan kulit luar, mendorong pelepasan milia dari kulit. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
Jangan mencoba menghapusnya sendiri. Itu kuncinya. Memencet seperti jerawat bukanlah ide yang baik untuk menghilangkan milia. "Jangan pernah mengorek atau memencet milia," saran Dr Moustafa. Dan hindari menggosok milia dengan segala jenis exfoliant berpasir. Berikut beberapa cara untuk menghilangkan milia yang aman.
Inilah obat harian terbaik untuk dicoba. Cuci wajah dengan cara yang benar, ikuti saran dari American Academy of Dermatology. Gunakan pembersih yang lembut dan ujung jari, cuci dengan air hangat, hindari menggosok dan bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. Selain itu, pastikan kulit memiliki kesempatan untuk bernapas dan sesekali bebas dari riasan.
Jika memiliki kecenderungan muncul milia, dokter kulit mungkin menyarankan untuk mencoba retinoid topikal jika mengalami kambuh. “Ini dapat membantu dengan menghilangkan sel-sel di lapisan kulit luar, mendorong pelepasan milia dari kulit,” imbuh Dr Zeichner.
Ini adalah aturan emas bahkan jika tidak memiliki milia sekalipun. Pasalnya, kerusakan akibat sinar matahari bisa menjadi kontributor umum.
Pastikan untuk mengoleskan setidaknya tabir surya SPF 30 dengan benar ke kulit 30 menit sebelum keluar rumah. Birnur K. Aral, Ph.D., direktur eksekutif Lab Kecantikan, menyarankan untuk mengoleskan sesendok ukuran nikel ke wajah. Untuk semprotan, dia menyarankan untuk menyemprotkan tabir surya ke seluruh kulit, lalu mengoleskannya.
Untuk benar-benar menghilangkan milia, harus mengekstraknya dari kulit. “Ini berarti ketika seorang dokter kulit secara fisik membuat lubang dengan jarum atau pisau bedah,” tegas Dr Zeichner. Jangan pernah melakukan ini sendiri. Mencoba menghilangkan milia dengan cara yang salah dapat menyebabkan infeksi atau bekas luka.
Masih ditambahkan Dr Zeichner, milia di sekitar mata sangat sulit diatasi, karena kedekatannya dengan bola mata. Proses sebenarnya menghilangkan milia disebut de-roofing. Seorang dokter kulit menggunakan jarum untuk mengangkat penutup yang menjebak keratin di kulit dan mencabut keratin itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
“Milia terbuat dari keratin,” kata Farah Moustafa, MD, dokter kulit dan direktur laser dan kosmetik di Tufts Medical Center di Boston.
Milia biasanya berkembang di pipi, kelopak mata dan hidung. Milia sendiri adalah kista kecil berwarna putih atau keputihan di kulit.
“Anggap saja sebagai jerawat yang tidak bisa ke mana-mana,” kata Joshua Zeichner, MD, seorang dokter kulit dan direktur Riset Kosmetik dan Klinis dalam Dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City.
Kista jinak ini terkadang disebut bintik susu atau jerawat bayi - sangat umum terjadi pada bayi, berkisar 50 persen bayi memilikinya saat lahir, menurut Klinik Cleveland. Tapi mereka bisa muncul pada siapa saja di usia berapa pun.
Penyebab milia pada orang dewasa
Menurut Dermatology Advisor, jenis yang paling umum pada orang dewasa adalah milia primer. Ada dua jenis lain yang kurang umum, satu yang terjadi secara berkelompok pada kulit dan satu lagi yang disebabkan oleh trauma pada kulit.
“Mungkin karena kerusakan akibat sinar matahari atau dari produk perawatan kulit yang berat,” ujar Dr Zeichner, seperti yang dinukil dari Good Housekeeping. Riasan atau pembersih berbahan dasar minyak bisa menjadi penyebabnya, jika menyumbat pori-pori.
Kerusakan kulit akibat cedera atau ruam, atau penggunaan kortikosteroid jangka panjang, juga bisa menjadi penyebab yang mungkin.
“Milia bisa menjadi gejala sekunder dari kondisi kulit yang melepuh, seperti luka bakar,” jelas Dr Moustafa. Pun bisa terjadi karena penyakit autoimun atau kondisi genetik.”
.jpg)
(Dr Zeichner mengatakan mungkin dokter kulit akan menyarankan untuk mencoba retinoid topikal yang dapat membantu dengan menghilangkan sel-sel di lapisan kulit luar, mendorong pelepasan milia dari kulit. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
Cara menghilangkan dan mencegah milia
Jangan mencoba menghapusnya sendiri. Itu kuncinya. Memencet seperti jerawat bukanlah ide yang baik untuk menghilangkan milia. "Jangan pernah mengorek atau memencet milia," saran Dr Moustafa. Dan hindari menggosok milia dengan segala jenis exfoliant berpasir. Berikut beberapa cara untuk menghilangkan milia yang aman.
1. Fokus pada pembersihan lembut
Inilah obat harian terbaik untuk dicoba. Cuci wajah dengan cara yang benar, ikuti saran dari American Academy of Dermatology. Gunakan pembersih yang lembut dan ujung jari, cuci dengan air hangat, hindari menggosok dan bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk lembut. Selain itu, pastikan kulit memiliki kesempatan untuk bernapas dan sesekali bebas dari riasan.
2. Cobalah krim retinoid topikal
Jika memiliki kecenderungan muncul milia, dokter kulit mungkin menyarankan untuk mencoba retinoid topikal jika mengalami kambuh. “Ini dapat membantu dengan menghilangkan sel-sel di lapisan kulit luar, mendorong pelepasan milia dari kulit,” imbuh Dr Zeichner.
3. Selalu gunakan tabir surya
Ini adalah aturan emas bahkan jika tidak memiliki milia sekalipun. Pasalnya, kerusakan akibat sinar matahari bisa menjadi kontributor umum.
Pastikan untuk mengoleskan setidaknya tabir surya SPF 30 dengan benar ke kulit 30 menit sebelum keluar rumah. Birnur K. Aral, Ph.D., direktur eksekutif Lab Kecantikan, menyarankan untuk mengoleskan sesendok ukuran nikel ke wajah. Untuk semprotan, dia menyarankan untuk menyemprotkan tabir surya ke seluruh kulit, lalu mengoleskannya.
4. Kunjungi dokter kulit
Untuk benar-benar menghilangkan milia, harus mengekstraknya dari kulit. “Ini berarti ketika seorang dokter kulit secara fisik membuat lubang dengan jarum atau pisau bedah,” tegas Dr Zeichner. Jangan pernah melakukan ini sendiri. Mencoba menghilangkan milia dengan cara yang salah dapat menyebabkan infeksi atau bekas luka.
Masih ditambahkan Dr Zeichner, milia di sekitar mata sangat sulit diatasi, karena kedekatannya dengan bola mata. Proses sebenarnya menghilangkan milia disebut de-roofing. Seorang dokter kulit menggunakan jarum untuk mengangkat penutup yang menjebak keratin di kulit dan mencabut keratin itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)