BEAUTY

Sering Ketuker, Ini Bedanya Kulit Kering dan Dehidrasi!

Yatin Suleha
Kamis 22 Oktober 2026 / 16:27
Ringkasnya gini..
  • Kulit kering merupakan jenis kulit, sedangkan dehidrasi adalah kondisi ketika kulit kekurangan air.
  • Kulit dehidrasi bisa dialami semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak.
  • Pemilihan pelembap dan rutinitas skincare perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Jakarta: Kulit terasa ketarik setelah cuci muka, wajah kelihatan kusam, atau muncul bagian yang mengelupas? Jangan buru-buru menyimpulkan kulitmu kering, ya! Bisa jadi, kulitmu sedang mengalami dehidrasi.

Sekilas, kulit kering dan dehidrasi memang mirip. Namun, keduanya punya penyebab yang berbeda. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kulit kering berkaitan dengan kurangnya minyak alami pada kulit, sedangkan dehidrasi berhubungan dengan kekurangan air.

Nah, biar nggak salah pilih skincare, yuk, kenali perbedaannya!

 

Perbandingan Kulit Kering dan Dehidrasi
Perbandingan tekstur kulit kering dan kulit dehidrasi. (Foto: AI Generated)


 

Bedanya kulit kering dan dehidrasi

Kulit kering cenderung kekurangan minyak

Kalau kulitmu sering terasa kasar, bersisik, gatal, atau gampang mengelupas, bisa jadi kamu memiliki jenis kulit kering.

Kondisi ini berkaitan dengan produksi minyak alami atau sebum yang lebih sedikit. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan terasa kurang nyaman.

Kulit kering bisa dipengaruhi faktor genetik, pertambahan usia, cuaca, hingga penggunaan produk yang terlalu keras. Jadi, kalau kondisi ini sering muncul, coba evaluasi rutinitas skincare yang kamu pakai.

 

 

Kulit dehidrasi kekurangan air

Berbeda dari kulit kering, dehidrasi bisa dialami semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak dan kombinasi.

Makanya, jangan heran kalau wajah terlihat mengilap, tetapi terasa ketarik setelah mencuci muka. Produksi minyak yang tinggi nggak otomatis berarti kulit memiliki cukup air.

Kulit yang kekurangan air juga bisa terasa kurang nyaman, tampak kurang kenyal, atau memperlihatkan garis-garis halus lebih jelas untuk sementara. Meski begitu, tanda-tanda tersebut nggak selalu berarti kulit mengalami dehidrasi.
 

Cara membedakan keduanya

Coba perhatikan kondisi kulitmu sehari-hari. Kalau kulit cenderung kasar, bersisik, dan terasa kering secara konsisten, bisa jadi kamu memiliki jenis kulit kering.

Sementara itu, kalau kulit biasanya berminyak tetapi mendadak terasa ketarik atau kurang kenyal, dehidrasi bisa menjadi salah satu kemungkinannya.

Namun, keduanya juga bisa terjadi bersamaan. Jadi, jangan cuma mengandalkan satu gejala untuk menentukan kondisi kulit.

 

Cara merawat kulit kering dan dehidrasi

Kuncinya, pilih skincare sesuai kebutuhan kulit. Untuk kulit kering, pelembap berbentuk krim yang lebih kaya bisa membantu menjaga kelembapan. Sementara itu, kulit berminyak bisa mempertimbangkan pelembap gel atau lotion ringan dengan label oil-free dan non-comedogenic.

AAD juga menyarankan penggunaan pembersih yang lembut dan menghindari kebiasaan menggosok kulit terlalu keras. Kamu bisa mempertimbangkan bahan pelembap seperti ceramide, glycerin, dan hyaluronic acid sesuai kebutuhan kulit.

Jangan lupa memakai sunscreen minimal SPF 30 pada pagi dan siang hari untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Kalau kulit terus terasa perih, gatal, kemerahan, atau mengelupas meski rutinitas skincare sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.

Intinya, kulit kering dan dehidrasi memang bisa menunjukkan gejala serupa, tetapi penyebab dan kebutuhan perawatannya nggak selalu sama. Kenali kondisi kulitmu dulu supaya nggak asal ikut tren skincare!


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH