BEAUTY
From Messy to Slay: Rambut Jadi Kunci Tampil Pede Setiap Hari
A. Firdaus
Sabtu 02 Mei 2026 / 12:14
- Momen perubahan karakter Andy Sachs dalam film tersebut bukan sekadar soal gaya.
- Rambut memiliki peran besar dalam membentuk kesan pertama.
- Kepercayaan diri bisa dimulai dari hal kecil, dan rambut menjadi salah satu kunci utamanya.
Jakarta: Transformasi bukan hanya soal penampilan luar, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merasa lebih percaya diri dan berdaya. Hal ini kembali diangkat lewat inspirasi dari film The Devil Wears Prada 2, yang masih relevan hingga sekarang.
Pesan tentang pentingnya rambut sebagai bagian dari identitas diri kembali digaungkan. Terutama bagi perempuan yang ingin tampil lebih percaya diri setiap hari.
Momen perubahan karakter Andy Sachs dalam film tersebut bukan sekadar soal gaya, melainkan tentang kontrol diri dan kepercayaan diri.
“Kalau ingat momen Andy Sachs berubah, dia memang tetap menjaga dirinya, tapi ketika rambutnya lebih rapi dan terstruktur, itu jadi titik di mana dia terlihat lebih percaya diri, dan lebih menguasai dirinya sendiri,” ujar Shakina Dharma, Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia dalam acara THE ART OF PRESENCE: A PRIVATE VIEWING
TRESemmé x The Devil Wears Prada 2 di XXI Gandaria City, Kamis (30/04/2026).
Shakina menambahkan bahwa pesan inilah yang ingin dibawa dalam kolaborasi tersebut. Yakni mengajak perempuan untuk terus berkembang menjadi versi, yang lebih baik tanpa kehilangan jati diri.
Menurut Shakina, rambut memiliki peran besar dalam membentuk kesan pertama, sekaligus energi dalam diri. Ia juga menyoroti bahwa banyak perempuan merasa hari mereka belum benar-benar dimulai, jika rambut belum tertata dengan baik.
“Hair defines your presence. Rambut itu bisa kasih energi, yang bikin kita merasa lebih in control dan lebih composed,” jelasnya.
“Kalau nggak makeup aku masih oke, tapi kalau rambut aku nggak rapi, rasanya aku nggak bisa mulai hari,” kata Sabrina Chairunnisa, Key Opinion Leader (KOL) menyetujui hal tersebut dalam acara yang sama.
Baginya, rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merepresentasikan dirinya di depan orang lain.
Sabrina juga melihat karakter dalam The Devil Wears Prada 2 sebagai gambaran perempuan yang tahu apa yang diinginkan, dan berani mengekspresikan diri, tanpa harus meminta persetujuan orang lain. Ia menilai bahwa semuanya memang dimulai dari hal sederhana, termasuk rambut.
“Di film itu benar-benar kelihatan kalau semuanya start from hair. Dari situ kita bisa kelihatan lebih representable, bahkan tanpa harus nunggu acara spesial,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Sabrina mengaku melakukan perawatan ekstra, untuk menjaga kondisi rambut tetap sehat meski sering ditata. Ia menyebut penggunaan rangkaian perawatan, seperti keratin menjadi salah satu solusi, yang membantu menjaga rambut tetap halus dan mudah diatur.
“Aku harus styling hampir setiap hari, dan itu bisa merusak rambut. Tapi dengan perawatan yang tepat, rambut tetap bisa terlihat smooth dan sehat,” jelasnya.
Kepercayaan diri bisa dimulai dari hal kecil, dan rambut menjadi salah satu kunci utamanya. Ketika rambut tertata rapi, perasaan pun ikut berubah menjadi lebih siap menghadapi aktivitas. Bahkan, menurut Sabrina, tampil maksimal tidak harus menunggu momen tertentu.
“Setiap hari itu seperti fashion show. Jadi kenapa nggak tampil maksimal dari hal paling sederhana seperti rambut,” tutupnya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Pesan tentang pentingnya rambut sebagai bagian dari identitas diri kembali digaungkan. Terutama bagi perempuan yang ingin tampil lebih percaya diri setiap hari.
Momen perubahan karakter Andy Sachs dalam film tersebut bukan sekadar soal gaya, melainkan tentang kontrol diri dan kepercayaan diri.
“Kalau ingat momen Andy Sachs berubah, dia memang tetap menjaga dirinya, tapi ketika rambutnya lebih rapi dan terstruktur, itu jadi titik di mana dia terlihat lebih percaya diri, dan lebih menguasai dirinya sendiri,” ujar Shakina Dharma, Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia dalam acara THE ART OF PRESENCE: A PRIVATE VIEWING
TRESemmé x The Devil Wears Prada 2 di XXI Gandaria City, Kamis (30/04/2026).
Shakina menambahkan bahwa pesan inilah yang ingin dibawa dalam kolaborasi tersebut. Yakni mengajak perempuan untuk terus berkembang menjadi versi, yang lebih baik tanpa kehilangan jati diri.
Menurut Shakina, rambut memiliki peran besar dalam membentuk kesan pertama, sekaligus energi dalam diri. Ia juga menyoroti bahwa banyak perempuan merasa hari mereka belum benar-benar dimulai, jika rambut belum tertata dengan baik.
“Hair defines your presence. Rambut itu bisa kasih energi, yang bikin kita merasa lebih in control dan lebih composed,” jelasnya.
“Kalau nggak makeup aku masih oke, tapi kalau rambut aku nggak rapi, rasanya aku nggak bisa mulai hari,” kata Sabrina Chairunnisa, Key Opinion Leader (KOL) menyetujui hal tersebut dalam acara yang sama.
Baginya, rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merepresentasikan dirinya di depan orang lain.
Sabrina juga melihat karakter dalam The Devil Wears Prada 2 sebagai gambaran perempuan yang tahu apa yang diinginkan, dan berani mengekspresikan diri, tanpa harus meminta persetujuan orang lain. Ia menilai bahwa semuanya memang dimulai dari hal sederhana, termasuk rambut.
“Di film itu benar-benar kelihatan kalau semuanya start from hair. Dari situ kita bisa kelihatan lebih representable, bahkan tanpa harus nunggu acara spesial,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Sabrina mengaku melakukan perawatan ekstra, untuk menjaga kondisi rambut tetap sehat meski sering ditata. Ia menyebut penggunaan rangkaian perawatan, seperti keratin menjadi salah satu solusi, yang membantu menjaga rambut tetap halus dan mudah diatur.
“Aku harus styling hampir setiap hari, dan itu bisa merusak rambut. Tapi dengan perawatan yang tepat, rambut tetap bisa terlihat smooth dan sehat,” jelasnya.
Kepercayaan diri bisa dimulai dari hal kecil, dan rambut menjadi salah satu kunci utamanya. Ketika rambut tertata rapi, perasaan pun ikut berubah menjadi lebih siap menghadapi aktivitas. Bahkan, menurut Sabrina, tampil maksimal tidak harus menunggu momen tertentu.
“Setiap hari itu seperti fashion show. Jadi kenapa nggak tampil maksimal dari hal paling sederhana seperti rambut,” tutupnya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)