BEAUTY
Bukan Sekadar Awet Muda! Tren Rejuvenation Fokus pada Kesehatan Kulit dari Dalam
A. Firdaus
Jumat 19 Juni 2026 / 09:15
- Konsep rejuvenation tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana seseorang terlihat awet muda.
- Stem cell tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan estetika.
- Selain stem cell, terdapat pula teknologi berbasis stromal vascular fraction (SVF).
Jakarta: Perkembangan dunia estetika menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kecantikan. Jika sebelumnya berbagai masalah kulit disamarkan dengan kosmetik, seperti foundation dan bedak, kini fokus perawatan bergeser ke upaya menjaga kesehatan kulit dan memperlambat penuaan, secara menyeluruh melalui pendekatan rejuvenasi.
Konsep rejuvenation tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana seseorang terlihat awet muda, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan tubuh, memperbaiki kualitas jaringan, serta memperlambat proses penuaan yang terjadi secara alami.
"Kita sekarang masuk ke era baru, yaitu rejuvenation. Jadi tidak hanya bertanya bagaimana cara awet muda, tetapi juga bagaimana membuat tubuh tetap sehat, regenerasi berjalan baik, dan proses penuaan bisa diperlambat," ujar dr. Tasya Anggrahita, Sp.BPRE, Subsp. EL (K), Dokter Spesialis Bedah Plastik & Estetik, Subspesialis Estetik Laser dalam acara Launching Stem Cell Brawijaya Hospital di Goodrich Suites Jakarta, Kamis (18/06/26).
Dalam praktiknya, pendekatan rejuvenasi kini semakin berkembang, dengan pemanfaatan terapi sel dan regenerative medicine. dr. Tasya menjelaskan bahwa bidang bedah plastik menjadi salah satu spesialisasi, yang mendapat kewenangan untuk menerapkan terapi tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, stem cell tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan estetika, tetapi juga untuk berbagai kondisi medis seperti kebotakan, peremajaan kulit, perbaikan jaringan parut, hingga membantu proses penyembuhan luka.
"Stem cell pada dasarnya memanfaatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri, dan mengirimkan sinyal agar jaringan tubuh melakukan regenerasi," jelasnya.
Selain stem cell, terdapat pula teknologi berbasis stromal vascular fraction (SVF), yaitu komponen yang diperoleh dari jaringan lemak dan mengandung berbagai sel regeneratif, yang berperan dalam proses perbaikan jaringan.
Dokter Tasya menegaskan bahwa penuaan tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya usia. Banyak faktor lain yang mempercepat proses tersebut, mulai dari paparan sinar matahari, stres oksidatif, polusi, pola makan yang buruk, kurang tidur, hingga gaya hidup yang tidak sehat.
"Ketika tidur, tubuh melakukan regenerasi dan memperbaiki diri. Jika waktu tidur tidak cukup, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan proses perbaikan tersebut," katanya.

Launching Stem Cell Brawijaya Hospital di Goodrich Suites Jakarta, Kamis (18/06/26). Secillia/Medcom
Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan juga terjadi pada tubuh, seperti berkurangnya volume wajah, melemahnya otot penyangga, munculnya kerutan, hingga penurunan kepadatan tulang yang memengaruhi bentuk wajah.
Selain itu, aktivitas fibroblas sebagai sel penghasil kolagen juga menurun, sehingga produksi kolagen berkurang dan kulit menjadi lebih rentan mengalami tanda-tanda penuaan.
Untuk mengatasi berbagai faktor penuaan tersebut, terapi rejuvenasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari injeksi sel regeneratif, fat transfer, stimulasi kolagen, hingga kombinasi prosedur yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Menurut dr. Tasya, terapi ini bertujuan memperbaiki kualitas jaringan dari dalam, meningkatkan produksi kolagen, mengembalikan volume wajah yang hilang, serta membantu kulit tampak lebih sehat dan segar.
Ia juga menunjukkan sejumlah hasil terapi, yang memperlihatkan perbaikan kualitas kulit dan pengurangan tanda-tanda penuaan setelah beberapa bulan perawatan.
Bahkan, dr. Tasya mengaku pernah menjalani prosedur serupa pada dirinya sendiri, dengan memanfaatkan jaringan lemak yang diproses untuk peremajaan wajah.
"Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki penampilan, tetapi juga mendukung proses regenerasi alami tubuh, sehingga hasil yang diperoleh lebih menyeluruh dan berkelanjutan," tutup dr. Tasya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Konsep rejuvenation tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana seseorang terlihat awet muda, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan tubuh, memperbaiki kualitas jaringan, serta memperlambat proses penuaan yang terjadi secara alami.
"Kita sekarang masuk ke era baru, yaitu rejuvenation. Jadi tidak hanya bertanya bagaimana cara awet muda, tetapi juga bagaimana membuat tubuh tetap sehat, regenerasi berjalan baik, dan proses penuaan bisa diperlambat," ujar dr. Tasya Anggrahita, Sp.BPRE, Subsp. EL (K), Dokter Spesialis Bedah Plastik & Estetik, Subspesialis Estetik Laser dalam acara Launching Stem Cell Brawijaya Hospital di Goodrich Suites Jakarta, Kamis (18/06/26).
Dalam praktiknya, pendekatan rejuvenasi kini semakin berkembang, dengan pemanfaatan terapi sel dan regenerative medicine. dr. Tasya menjelaskan bahwa bidang bedah plastik menjadi salah satu spesialisasi, yang mendapat kewenangan untuk menerapkan terapi tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, stem cell tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan estetika, tetapi juga untuk berbagai kondisi medis seperti kebotakan, peremajaan kulit, perbaikan jaringan parut, hingga membantu proses penyembuhan luka.
"Stem cell pada dasarnya memanfaatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri, dan mengirimkan sinyal agar jaringan tubuh melakukan regenerasi," jelasnya.
Selain stem cell, terdapat pula teknologi berbasis stromal vascular fraction (SVF), yaitu komponen yang diperoleh dari jaringan lemak dan mengandung berbagai sel regeneratif, yang berperan dalam proses perbaikan jaringan.
Penyebab penuaan tidak hanya faktor usia
Dokter Tasya menegaskan bahwa penuaan tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya usia. Banyak faktor lain yang mempercepat proses tersebut, mulai dari paparan sinar matahari, stres oksidatif, polusi, pola makan yang buruk, kurang tidur, hingga gaya hidup yang tidak sehat.
"Ketika tidur, tubuh melakukan regenerasi dan memperbaiki diri. Jika waktu tidur tidak cukup, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan proses perbaikan tersebut," katanya.

Launching Stem Cell Brawijaya Hospital di Goodrich Suites Jakarta, Kamis (18/06/26). Secillia/Medcom
Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan juga terjadi pada tubuh, seperti berkurangnya volume wajah, melemahnya otot penyangga, munculnya kerutan, hingga penurunan kepadatan tulang yang memengaruhi bentuk wajah.
Selain itu, aktivitas fibroblas sebagai sel penghasil kolagen juga menurun, sehingga produksi kolagen berkurang dan kulit menjadi lebih rentan mengalami tanda-tanda penuaan.
Rejuvenasi dilakukan dengan berbagai metode
Untuk mengatasi berbagai faktor penuaan tersebut, terapi rejuvenasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari injeksi sel regeneratif, fat transfer, stimulasi kolagen, hingga kombinasi prosedur yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Menurut dr. Tasya, terapi ini bertujuan memperbaiki kualitas jaringan dari dalam, meningkatkan produksi kolagen, mengembalikan volume wajah yang hilang, serta membantu kulit tampak lebih sehat dan segar.
Ia juga menunjukkan sejumlah hasil terapi, yang memperlihatkan perbaikan kualitas kulit dan pengurangan tanda-tanda penuaan setelah beberapa bulan perawatan.
Bahkan, dr. Tasya mengaku pernah menjalani prosedur serupa pada dirinya sendiri, dengan memanfaatkan jaringan lemak yang diproses untuk peremajaan wajah.
"Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki penampilan, tetapi juga mendukung proses regenerasi alami tubuh, sehingga hasil yang diperoleh lebih menyeluruh dan berkelanjutan," tutup dr. Tasya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)