BEAUTY

Parfum Pria Naik Daun, FMCG Online Tembus Rp129 Triliun

A. Firdaus
Jumat 20 Februari 2026 / 13:10
Ringkasnya gini..
  • Nilai transaksi FMCG naik dari Rp48 triliun pada 2022 jadi Rp129 triliun di akhir 2025.
  • Parfum pria tumbuh 70% di 2025.
  • Ke depan, produk multifungsi diprediksi makin diminati.
Jakarta: Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce Indonesia lagi ngebut banget. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhannya tembus 168,7%.

Data dari Compas.co.id yang dirilis di ajang EPIC Awards 2026 mencatat, nilai transaksi FMCG naik dari Rp48 triliun pada 2022 jadi Rp129 triliun di akhir 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang nggak selalu stabil, pasar e-commerce Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang solid.
 

Kecantikan masih jadi raja


Sektor perawatan dan kecantikan jadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 204,5% sejak 2022. Yang paling mencuri perhatian? Kategori parfum yang melonjak 306,7%.

Menariknya, parfum pria tumbuh 70% di 2025. Ini didorong oleh brand lokal yang makin inovatif dan berani main di segmen tersebut.  

Belanja kartonan makin diminati


Nggak cuma beauty, kategori Makanan dan Minuman juga naik 147%. Tren belanja grosir alias 'kartonan' bahkan melonjak sampai 563%.

Artinya, konsumen Indonesia makin jadi Smart Consumer. Mereka lebih memilih beli banyak sekaligus demi harga per unit yang lebih hemat.
 

Nggak semua brand bertahan


Di balik pertumbuhan besar itu, persaingan juga makin ketat. Lebih dari 1.900 brand FMCG tercatat exit dari pasar karena nggak mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika platform.

Menurut Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, kunci menang di 2026 adalah adaptasi. Ia menyebut Shopee kini berperan sebagai Efficiency Hub, tempat belanja rutin yang cepat, praktis, dan hemat.

"Sementara Shop Tokopedia Group (STG) jadi Discovery Engine, di mana konsumen menemukan produk baru lewat live shopping dan konten video," ucap Narendrata.
 

Peta Marketplace 2025


Shopee masih memimpin pangsa pasar dengan 55,9%. Namun STG mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 59% di 2025 setelah merger dengan TikTok Shop, jauh di atas rata-rata industri.

Ke depan, produk multifungsi diprediksi makin diminati. Salah satunya terlihat dari lonjakan penjualan suplemen dengan kandungan Astaxanthin yang naik 477%, menandakan konsumen semakin mencari produk dengan manfaat ganda dalam satu pembelian.

Compas menyarankan brand FMCG untuk lebih jeli membaca perilaku konsumen dan memanfaatkan data secara taktis agar bisa bertahan, bahkan menang, di persaingan e-commerce yang makin sengit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH