BEAUTY
Waxing vs Laser, Mana yang Bikin Kulit Mulus Lebih Lama?
Yatin Suleha
Rabu 22 Juli 2026 / 16:31
- Memiliki kulit yang halus dan bebas bulu menjadi keinginan banyak orang. Waxing dan laser sering menjadi dua pilihan perawatan yang paling populer.
- Perawatan laser mampu menjaga kulit tetap halus lebih lama. Hasil waxing bertahan sekitar 3 hingga 6 minggu, sebelum rambut mulai tumbuh kembali.
- Laser dapat mengurangi pertumbuhan rambut dalam jangka panjang, bahkan hasilnya bisa bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Jakarta: Memiliki kulit yang halus dan bebas bulu menjadi keinginan banyak orang. Karena itu, waxing dan laser sering menjadi dua pilihan perawatan yang paling populer.
Keduanya sama-sama mampu menghilangkan rambut, tetapi hasil yang diberikan ternyata berbeda, terutama dari segi ketahanan.
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan kulit, yang tetap mulus dalam waktu lama tanpa harus sering melakukan perawatan, penting untuk memahami cara kerja masing-masing metode sebelum menentukan pilihan.
Dibandingkan waxing, perawatan laser mampu menjaga kulit tetap halus lebih lama. Hasil waxing umumnya bertahan sekitar 3 hingga 6 minggu, sebelum rambut mulai tumbuh kembali.
Sementara itu, laser dapat mengurangi pertumbuhan rambut dalam jangka panjang, bahkan hasilnya bisa bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, setelah menjalani beberapa sesi perawatan.
Perbedaan utama terletak pada cara kerjanya. Laser tidak hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit, tetapi juga menargetkan folikel atau akar rambut.
Ketika folikel mengalami kerusakan, kemampuan rambut untuk tumbuh kembali akan berkurang sehingga pertumbuhannya menjadi jauh lebih lambat.
Perawatan laser juga dilakukan secara bertahap, biasanya sebanyak 4–8 sesi. Setiap sesi bertujuan menjangkau rambut, yang sedang berada pada fase pertumbuhan aktif atau anagen.
Dengan proses ini, semakin banyak folikel yang tidak lagi mampu menghasilkan rambut seperti sebelumnya.
Kalaupun rambut tumbuh kembali, biasanya teksturnya menjadi lebih tipis, halus, dan tidak terlalu terlihat karena berubah menjadi bulu halus atau vellus hair.

(Waxing tidak memengaruhi fungsi folikel rambut, Foto: Dok. Pexels.com)
Waxing memang bisa langsung membuat kulit terasa licin, karena rambut tercabut hingga ke akarnya. Selain itu, proses ini juga membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit terasa lebih lembut setelah perawatan.
Namun, waxing tidak memengaruhi fungsi folikel rambut. Setelah rambut tercabut, tubuh akan kembali menyalurkan nutrisi ke folikel, sehingga rambut baru tumbuh mengikuti siklus alami.
Itulah sebabnya hasil waxing hanya bertahan beberapa minggu sebelum rambut muncul kembali.
Jika menginginkan hasil instan untuk acara tertentu, waxing masih menjadi pilihan yang praktis. Namun, bila ingin kulit tetap halus lebih lama dan mengurangi frekuensi perawatan rutin setiap bulan, laser menjadi pilihan yang lebih efektif sebagai investasi jangka panjang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Keduanya sama-sama mampu menghilangkan rambut, tetapi hasil yang diberikan ternyata berbeda, terutama dari segi ketahanan.
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan kulit, yang tetap mulus dalam waktu lama tanpa harus sering melakukan perawatan, penting untuk memahami cara kerja masing-masing metode sebelum menentukan pilihan.
Laser memberikan hasil yang lebih tahan lama
Dibandingkan waxing, perawatan laser mampu menjaga kulit tetap halus lebih lama. Hasil waxing umumnya bertahan sekitar 3 hingga 6 minggu, sebelum rambut mulai tumbuh kembali.
Sementara itu, laser dapat mengurangi pertumbuhan rambut dalam jangka panjang, bahkan hasilnya bisa bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, setelah menjalani beberapa sesi perawatan.
Alasan laser lebih efektif
Perbedaan utama terletak pada cara kerjanya. Laser tidak hanya menghilangkan rambut di permukaan kulit, tetapi juga menargetkan folikel atau akar rambut.
Ketika folikel mengalami kerusakan, kemampuan rambut untuk tumbuh kembali akan berkurang sehingga pertumbuhannya menjadi jauh lebih lambat.
Perawatan laser juga dilakukan secara bertahap, biasanya sebanyak 4–8 sesi. Setiap sesi bertujuan menjangkau rambut, yang sedang berada pada fase pertumbuhan aktif atau anagen.
Dengan proses ini, semakin banyak folikel yang tidak lagi mampu menghasilkan rambut seperti sebelumnya.
Kalaupun rambut tumbuh kembali, biasanya teksturnya menjadi lebih tipis, halus, dan tidak terlalu terlihat karena berubah menjadi bulu halus atau vellus hair.
Kenapa waxing tidak bertahan lama?

(Waxing tidak memengaruhi fungsi folikel rambut, Foto: Dok. Pexels.com)
Waxing memang bisa langsung membuat kulit terasa licin, karena rambut tercabut hingga ke akarnya. Selain itu, proses ini juga membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit terasa lebih lembut setelah perawatan.
Namun, waxing tidak memengaruhi fungsi folikel rambut. Setelah rambut tercabut, tubuh akan kembali menyalurkan nutrisi ke folikel, sehingga rambut baru tumbuh mengikuti siklus alami.
Itulah sebabnya hasil waxing hanya bertahan beberapa minggu sebelum rambut muncul kembali.
Mana yang lebih layak dipilih?
Jika menginginkan hasil instan untuk acara tertentu, waxing masih menjadi pilihan yang praktis. Namun, bila ingin kulit tetap halus lebih lama dan mengurangi frekuensi perawatan rutin setiap bulan, laser menjadi pilihan yang lebih efektif sebagai investasi jangka panjang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)