Ketua Dewan Penasihat Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) Theo Sambuaga mendorong pelaku usaha lokal untuk tetap optimistis dan adaptif di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.
Ketua Dewan Penasihat Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) Theo Sambuaga mendorong pelaku usaha lokal untuk tetap optimistis dan adaptif di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.
Theo menilai pelaku usaha harus terus mengembangkan bisnisnya, sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah disiapkan pemerintah.
Theo menilai pelaku usaha harus terus mengembangkan bisnisnya, sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah disiapkan pemerintah.

Pelaku Usaha Diminta Adaptif Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

31 Maret 2026 23:57

Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) Theo Sambuaga mendorong pelaku usaha lokal untuk tetap optimistis dan adaptif di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.

Theo menilai pelaku usaha harus terus mengembangkan bisnisnya, sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah disiapkan pemerintah.

"Teman-teman di bidang usaha, harus berusaha sekuat tenaga, untuk mengembangkan usahanya. Lebih baik lagi jika sejalan dengan kebijakan nasional," kata Theo Sambuaga dalam acara pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Merah Putih (DPN Gapempi) periode 2026-2031 di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia mencontohkan, saat ini pemerintah tengah merancang kebijakan untuk melakukan efisiensi energi, sebagai antisipasi atas meningkatnya harga minyak mentah dunia, yang menyentuh US$115 per Barrel.

"Pelaku usaha bisa melakukan efisiensi, dengan menggunakan teknologi yang lebih irit energi. Para pelaku usaha dan pekerjanya bisa menggunakan angkutan umum, seperti kereta, sehingga tak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi. Atau menerapkan sistem kerja WFA atau online," ungkapnya.

Selain itu, ia pun mendorong diversifikasi usaha, untuk memastikan setiap pelaku usaha bisa memiliki peluang.

"Misalnya, pelaku usaha kuliner melakukan diversifikasi menu. Yang tidak banyak menggunakan gas atau minyak nabati dalam pengolahannya," kata Theo.

Hal senada, disampaikan Ketua Umum Minarni Panggabean, yang meminta kepada seluruh pengurus dan anggota GAPEMPI untuk merapatkan barisan dan melangkah bersama dengan sungguh-sungguh.

"Agar kehadiran kita semua di tengah-tengah iklim usaha yang syarat dengan persaingan teknologi terkini. Kita bisa lebih kuat dan unggul.  Untuk itu, marilah kita mengajak berkolaborasi dengan para pelaku usaha UMKM agar kita dapat berkembang secara bersama," kata Minarni usai pengukuhan oleh Dewan Penasihat DPP Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP), Laksdya TNI (Purn.) Dr. Desi Albert Mamahit di Mandarin Oriental Jakarta.

Ia pun menegaskan, tantangan yang harus dihadapi tidak lah mudah. Untuk menghadapi semua tantangan, ia menegaskan pelaku usaha dalam negeri harus mengedepankan inovasi.

"Tantangan yang kita hadapi tidak mudah karena globalisasi sangat terbuka bagi investasi. Artinya, yang masuk ke pasar dalam negeri. Untuk itu, kita perlu melakukan inovasi secara terus menerus dan mengembangkan kreatifitas dalam menjalankan usaha di bagi UMKM, agar kita bisa naik kelas," ujarnya.

Ia berharap semua rekan-rekan usaha yang bergabung dalam GAPEMPI bisa mengambil peran sebagaimana yang diharapkan pemerintah untuk mengembangkan UMKM. 

"Kita tahu bersama bahwa saat ini ada program pemerintah yang mengembangkan usaha di pedesaan melalui Koperasi Desa atau KOPDES. Saya berharap GAPEMPI dapat berkiprah dan berkolaborasi serta bekerjasama agar GAPEMPI juga dapat menyentuh pengembangan usaha di pedesaan sebagaimana visi dan misi GAPEMPI," kata Minarni. Dok. Istimewa

 



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News UMKM Ekonomi Global konflik timur tengah