Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana (kiri) dan Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Suzy Indharty menunjukkan rompi penurun suhu yang didesain khusus tim kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Arab Saudi, Sabtu, 2 Juli 2022.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana (kiri) dan Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Suzy Indharty menunjukkan rompi penurun suhu yang didesain khusus tim kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Arab Saudi, Sabtu, 2 Juli 2022.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk menangani kasus heat stroke jemaah haji di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna) selama Musim Haji 2022.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk menangani kasus heat stroke jemaah haji di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna) selama Musim Haji 2022.
"Rompi penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443 H, untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022," kata Budi Sylvana.
Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan.
Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan.
Sebanyak 10 jaket sudah disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.
Sebanyak 10 jaket sudah disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.

Ini Wujuh Rompi Penurun Suhu untuk Atasi Heat Stroke Jemaah Haji di Armuzna

News ibadah haji haji Haji 2022 Heat Stroke kemenkes
02 Juli 2022 20:01
Mekkah: Kementerian Kesehatan memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jemaah haji di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna) pada musim haji 2022.

"Rompi penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443 H, untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana di Mekkah.

Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan.

Sebanyak 10 jaket sudah disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah sekaligus tim peneliti Dr dr Rr Suzy Indharty MHA MKes SpBS(K)-Spesialis bedah saraf konsultan tumor otak dosen Fakultas Kedokteran USU Medan kolaborasi dengan dosen Fakultas Tehnik UNS Solo, mengatakan bahwa pengukuran suhu dan tanda vital jamaah menjadi parameter dalam penggunaan rompi tersebut.

"Suhu diukur secara berkelanjutan dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat (Celsius, red.), untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya," kata dia.

Tekno cool digunakan karena memiliki daya tahan dingin yang lama hingga 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair dan tidak basah.

Pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik yang banyak di bagian tubuh terbuka yang tersengat Matahari yaitu bagian lengan, paha, dan betis. Dalam keadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien.

Koordinator Surveilans PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Prof Rustika, SKM, MSi memastikan teknologi ini dibutuhkan untuk penanganan heat stroke pada jemaah haji.  MI/Susanto

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif