Suasana sidang kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 18 Oktober 2021. PN Jaksel mengelar sidang perdana kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar FPI dengan terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan.
Suasana sidang kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 18 Oktober 2021. PN Jaksel mengelar sidang perdana kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar FPI dengan terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan.
Briptu Fikri Ramadhan lebih dulu menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 18 Oktober 2021. Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Briptu Fikri Ramadhan lebih dulu menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 18 Oktober 2021. Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Persidangan dipimpin ketua majelis hakim M Arif Nuryanta serta dua anggota yakni Haruno dan Elfian.
Persidangan dipimpin ketua majelis hakim M Arif Nuryanta serta dua anggota yakni Haruno dan Elfian.
Terdakwa kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar Front Pembela Islam (FPI) yaitu Ipda M Yusmin Ohorella saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 18 Oktober 2021.
Terdakwa kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar Front Pembela Islam (FPI) yaitu Ipda M Yusmin Ohorella saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 18 Oktober 2021.

2 Polisi Terdakwa Kasus Penembakan Laskar FPI Jalani Sidang Perdana

News penembakan FPI Pengadilan Muhammad Rizieq Shihab Unlawful Killing Sidang unlawful killing
18 Oktober 2021 16:59
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang kasus pembunuhan di luar proses hukum atau unlawful killing terhadap enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin, 18 Oktober 2021.

Sidang dilaksanakan secara langsung atau luring yang dihadiri kedua terdakwa yaitu Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan. Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim M Arif Nuryanta serta dua anggota yakni Haruno dan Elfian.

Sidang tersebut dihadiri langsung oleh kedua terdakwa. Terdakwa tak bisa menghadiri sidang secara online lantaran dalam proses penahanannya, dia diberikan penahanan rumah atau tak ditahan di tahanan.

Kedua terdakwa merupakan anggota polisi di Polda Metro Jaya yang berstatus aktif hingga saat ini. Kedua terdakwa didampingi oleh Tim Penasihat Hukum dari Pendopo Henry Yosodinigrat.
 

Pembacaan dakwaan

Pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kedua terdakwa digelar dalam persidangan unlawful killing terpisah. Terdakwa Briptu Fikri Ramadhan mendapat giliran pertama menjalani persidangan unlawful killing.

Jaksa menyebut perbuatan terdakwa bersama-sama dengan saksi Ipda M Yusmin Ohorella dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum) mengakibatkan meninggalnya empat eks laskar FPI. Keempatnya ialah M Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadafi Poetra.

Sebanyak empat eks laskar FPI itu ditembak di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi B 1519 UTI di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020. Terkait dakwaan subsidair, terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Menurut Jaksa, terdakwa Briptu Fikri juga melakukan penganiayaan bersama saksi Ipda M Yusmin Ohorella dan Ipda Elwira Priadi Z (almarhum). Sehingga, menyebabkan kematian empat laskar eks FPI tersebut.
 
Sementara itu, Ipda M Yusmin Ohorella mendapat giliran menjalani persidangan setelah terdakwa Briptu Fikri Ramadhan. Ipda Yusmin juga didakwa JPU dengan dakwaan serupa.
 
Sebanyak enam laskar eks FPI tewas dalam dua kejadian terpisah. Pertama, dua laskar meregang nyawa saat baku tembak dengan polisi di KM. 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020. AFP Photo/Andri Widiyanto

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif