Petugas memeriksa dokumen kendaraan yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 12 Mei 2020 malam.
Petugas memeriksa dokumen kendaraan yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 12 Mei 2020 malam.
Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya yang meliputi, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik berakhir Senin, 11 Mei 2020, diperpanjang sampai 25 Mei 2020 karena penyebaran virus korona (covid-19) di Surabaya Raya dinilai masih masif.
Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya yang meliputi, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik berakhir Senin, 11 Mei 2020, diperpanjang sampai 25 Mei 2020 karena penyebaran virus korona (covid-19) di Surabaya Raya dinilai masih masif.
Keputusan tersebut merupakan kesepakatan yang diambil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopinda Jawa Timur dan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.
Keputusan tersebut merupakan kesepakatan yang diambil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopinda Jawa Timur dan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang

News Virus Korona
13 Mei 2020 07:13
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kawasan 'Surabaya Raya' yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik diperpanjang.

"Perpanjangannya selama 14 hari atau dimulai 12 Mei 2020 hingga 25 Mei 2020. Kalau untuk PSBB yang tahap pertama akan berakhir 11 Mei 2020," kata Khofifah.

Keputusan tersebut merupakan kesepakatan yang diambil Gubernur bersama Forkopinda Jawa Timur dan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

Menurut dia, berdasarkan telaah dari para pakar epidemiologi tentang penyebaran virus korona (covid-19), sebanyak 70 persen orang terinfeksi dan proses infeksinya bisa tetap bergerak di atas 14 hari.

Maka dari itu, kata dia, 14 hari PSBB yang telah dilakukan di Surabaya Raya setelah ditelaah secara epidemiologi dinilai belum cukup untuk menjamin berhentinya penyebaran covid-19.

"Dari telaah pakar epidemiologi terkait PSBB tahap pertama ini maka kami bersepakat dan setuju akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," ucapnya.

Ia mengatakan, keputusan untuk memperpanjang masa PSBB juga diambil setelah melihat hasil kajian epidemiologi yang menunjukkan pola penyebaran covid-19 masih tinggi, terutama untuk Kota Surabaya.

Berdasarkan kajian sama, lanjut dia, disebutkan bahwa sebagian pasien yang terjangkit memiliki masa penularan lebih dari 14 hari.

"Hanya 30 persen orang-orang positif COVID-19 yang masa penularannya hanya 14 hari, kemudian 35 persen lainnya bisa menularkan hingga 21 hari. Dan sebanyak 15 persen orang yang terinfeksi masa penularannya mencapai 28 hari hingga 30 hari," tuturnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa fakta lain yang menjadi alasan perpanjangan PSBB yaitu belum tercapainya semua indikator keberhasilan sebagaimana dicantumkan dalam Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Di antaranya yakni belum tercapainya penurunan jumlah kasus konfirmasi covid-19, penurunan angka kematian dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal. ANTARA FOTO/Umarul Faruq
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif