JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu, 2 September 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan menarik generasi muda ke sektor pertanian.
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu, 2 September 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan menarik generasi muda ke sektor pertanian.
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan tantangan pertanian Indonesia tidak hanya terkait lahan dan produksi, tetapi juga sumber daya manusia serta regenerasi petani.
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan tantangan pertanian Indonesia tidak hanya terkait lahan dan produksi, tetapi juga sumber daya manusia serta regenerasi petani.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan jajaran Rektorat UBB.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan jajaran Rektorat UBB.

Beasiswa untuk 100 Lebih Mahasiswa UBB, Dorong Regenerasi Petani

04 September 2026 17:19

Jakarta: JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu, 2 September 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan menarik generasi muda ke sektor pertanian.

Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan tantangan pertanian Indonesia tidak hanya terkait lahan dan produksi, tetapi juga sumber daya manusia serta regenerasi petani.

”Para petani kita saat ini mayoritas sudah berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, tidak banyak anak muda yang mau menjadi petani. Bahkan, sekitar 80 persen petani kita tidak lulus SD,” kata Jerry dalam kegiatan penyerahan beasiswa di Pangkalpinang.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan jajaran Rektorat UBB.

Pendidikan dan Regenerasi Petani

Jerry menilai peningkatan kualitas pendidikan penting untuk menyiapkan generasi petani berikutnya.

”Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan,” ujarnya.

Menurut Jerry, Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi modal pengembangan pertanian. Sektor tersebut juga dinilai tetap membutuhkan peran manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Indonesia punya tanah yang subur dan sumber daya alam yang luar biasa. Pertanian adalah keunggulan kita. Menanam juga berbeda dengan menambang. Kalau dikelola dengan benar, yang kita tanam hari ini bisa terus menghasilkan untuk generasi berikutnya,” kata Jerry.

Usulan Pengelolaan Lahan 1.000 Hektare

Jerry juga mendorong UBB dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalin kerja sama melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) untuk mengelola lahan pertanian sekitar 1.000 hektare selama 30 tahun.

Lahan tersebut diusulkan menjadi sarana praktik bagi mahasiswa agar dapat mempelajari pengelolaan pertanian sejak masa perkuliahan.

“Ada satu hal lagi yang mungkin dapat dilakukan oleh Bapak Rektor dari pihak kampus, yakni mengajukan kerja sama dengan Bapak Gubernur dalam bentuk KSO untuk pengelolaan lahan seluas 1.000 hektare selama 30 tahun,” kata Jerry.

Kelapa menjadi salah satu komoditas yang dinilai potensial. Ruang di antara pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung, sayuran, vanili, dan tanaman berumur pendek.

“Sambil menunggu tanaman kelapa memasuki masa panen, lahan di antara tanaman dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian jangka pendek,” ujarnya.

Menurut Jerry, pengalaman mengelola lahan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan budidaya sekaligus pemahaman bisnis.

“Sejak masa perkuliahan, mereka sudah memiliki pengalaman langsung dalam mengelola lahan, menanam, memanen, hingga memahami aspek ekonomi dan kewirausahaan di sektor pertanian,” kata dia.

Dorong Nilai Tambah Pertanian

Jerry mengatakan hasil pertanian perlu dikembangkan menjadi produk olahan agar memiliki nilai tambah. Ia mendorong Indonesia bergerak dari agrobisnis menuju agroindustri.

“Petani jangan hanya diberi tahu bagaimana cara menanam. Mereka juga harus tahu apa yang dibutuhkan pasar, berapa harganya, dan ke mana produknya bisa dijual. Kalau informasi itu tersedia dan hasilnya ada yang membeli, petani bisa tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha kecil,” ujar Jerry.

Ia menilai sejumlah komoditas, seperti kelapa, mangga, pisang, manggis, dan porang, memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar internasional.

Ubah Persepsi Profesi Petani

Jerry menilai rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian juga dipengaruhi citra profesi petani yang dianggap kurang menjanjikan.

“Selama ini, petani masih sering identik dengan pekerjaan yang kotor, jorok, dan miskin. Pandangan seperti inilah yang kemudian membuat Fakultas Pertanian kurang diminati oleh generasi muda,” ujar Jerry.

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat sektor pertanian justru membutuhkan sumber daya manusia yang berpendidikan dan mampu mengadopsi teknologi.

“Tujuannya agar petani-petani Indonesia di masa depan merupakan manusia-manusia dengan tingkat intelektualitas yang tinggi, memiliki pengetahuan, dan mampu memanfaatkan teknologi,” katanya.

Jerry juga mengingatkan agar tingkat pendidikan tidak dijadikan ukuran kemampuan petani.

“Petani itu bukan bodoh. Mereka hanya kekurangan informasi,” ujarnya.

Ia menilai akses terhadap pendidikan, teknologi, informasi pasar, dan jaringan pembeli perlu diperluas agar petani mampu mengembangkan usaha secara lebih produktif.

Melalui Beasiswa Kelapa, JHL Foundation berharap dukungan pendidikan tersebut dapat turut mendorong regenerasi petani dan memperkenalkan pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang ekonomi bagi generasi muda. Dok. Istimewa



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Beasiswa Petani