Produk Coco Sheet hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto berhasil menembus pasar internasional.
Produk Coco Sheet hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto berhasil menembus pasar internasional.
Pelepasan ekspor perdana berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi beserta jajaran pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Pelepasan ekspor perdana berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi beserta jajaran pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto telah berjalan sekitar dua bulan dengan melibatkan 15 warga binaan.
Produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto telah berjalan sekitar dua bulan dengan melibatkan 15 warga binaan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan produk binaan menembus pasar internasional menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan produk binaan menembus pasar internasional menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan.

Produk Warga Binaan Lapas Purwokerto Tembus Pasar Tiongkok

08 Agustus 2026 16:29
Purwokerto: Produk Coco Sheet hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto berhasil menembus pasar internasional. Sebanyak 400 pcs produk tersebut diekspor ke Tiongkok dan dikirim ke industri kasur melalui kerja sama dengan PT Chewy Louis.

Pelepasan ekspor perdana berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi beserta jajaran pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Coco Sheet merupakan lembaran sabut kelapa yang dipadatkan dan digunakan sebagai alas dasar kasur, khususnya sebagai penyangga sebelum lapisan busa atau pegas.

Produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto telah berjalan sekitar dua bulan dengan melibatkan 15 warga binaan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan produk binaan menembus pasar internasional menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan.

“Apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Purwokerto atas capaian ekspor 400 pcs coco sheet ke Tiongkok. Ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan kemandirian di lapas mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan memiliki pasar di tingkat internasional,” ujar Mashudi.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra mengatakan pengembangan program pembinaan kemandirian akan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pasar. Keterlibatan warga binaan dalam proses produksi diharapkan menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan agar semakin berkualitas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Aliandra.

Sebelumnya, Lapas Purwokerto juga telah bekerja sama dengan PT Chewy Louis dalam ekspor produk mainan anjing ke Eropa.

Ekspor Coco Sheet tersebut menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kerja. Dok. Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ekspor