Jakarta: Kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija Jakarta diarahkan tidak sekadar menjadi kerja sama komersial, tetapi juga mempertemukan ekosistem sepak bola, komunitas suporter, layanan keuangan, dan teknologi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat hubungan antara Persija, masyarakat, dan Jakarta. Pemprov DKI juga membuka peluang lebih luas bagi Jakarta sebagai destinasi sport tourism, termasuk dengan meningkatkan fasilitas dan akses menuju Jakarta International Stadium (JIS).
“Pertandingan sepak bola, olahraga yang lainnya kami membuka diri untuk itu. Termasuk konser-konser yang dulunya mungkin belum bersedia main di Jakarta. Sekarang ini apakah di GBK, di JIS atau di tempat lain kami membuka diri dan kami memberikan kemudahan terhadap berbagai hal tersebut," kata Pramono saat menghadiri acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off dan Launching New Website Bank Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Agustus 2026.
Pramono berharap pembenahan fasilitas dan akses dapat membuat pertandingan Persija berlangsung lebih nyaman bagi masyarakat.
“Dengan begitu saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman, nyaman dan merasa mempunyai kebanggaan bahwa pertandingan untuk Jakarta adalah pertandingan untuk dirinya dan juga pertandingan untuk keluarganya," jelasnya.
Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah akses pendukung menuju JIS, termasuk transportasi publik dan pengaturan kantong parkir. Penonton Persija nantinya didorong memanfaatkan kawasan Ancol sebagai lokasi parkir untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar stadion.
"Saya sudah minta kepada JIS maupun kepada Ancol untuk itu yang diperlakukan. Sehingga orang betul-betul akan memanfaatkan parkir di Ancol semaksimal mungkin," pungkasnya.
Bank Jakarta dan Persija
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan kerja sama dengan Persija dibangun karena keduanya sama-sama membawa identitas Jakarta. Bank Jakarta ingin menghubungkan layanan keuangan dan teknologi dengan komunitas serta aktivitas yang berkembang di sekitar Persija dan The Jakmania.
"Karena itu bagi kami kerjasama ini bukan sekadar sponsorship Bukan hanya soal luku Bank Jakarta di jersi Persija Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta Persija dengan sepak bola Komunitas dan passion yang luar biasa yaitu The Jakmania Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi dan ekosistem kota yang kami layani," kata Agus.
Agus menyebut kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih konkret bagi keluarga besar Persija dan The Jakmania.
Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija juga menjadi bagian dari perhatian Bank Jakarta. Agus melihat semangat adaptasi dan kekompakan yang dibawa Shin Tae-yong sejalan dengan transformasi yang tengah dilakukan Bank Jakarta.
"Dan ternyata itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta, kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang. Kemudian yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim Jadi mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas," jelas Agus.
Selain kolaborasi dengan Persija, Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui situs BankJakarta.co.id. Pembaruan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman digital masyarakat.
“Saya tidak ingin terlalu banyak menceritakan website baru ini, karena digital experience harusnya dirasakan bukan diceritakan. Jadi kepada teman-teman media dan The Jakmania yang seluruhnya hadir, silakan buka BankJakarta.co.id dari handphone masing-masing Explore it, try it, feel the difference," tuturnya.
Agus menegaskan transformasi Bank Jakarta akan terus dilakukan berdasarkan pengalaman dan masukan masyarakat.
"Karena bagi kami transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik," pungkas Agus. Dok. Istimewa