Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI.
Sistem tersebut diarahkan untuk memastikan penempatan dan pengembangan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi. Percepatan penerapannya dibahas dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian Percepatan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI, Rabu, 2 September 2026.
Sistem tersebut diarahkan untuk memastikan penempatan dan pengembangan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi. Percepatan penerapannya dibahas dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian Percepatan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI, Rabu, 2 September 2026.
Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mengatakan penguatan SDM menjadi kebutuhan penting karena BNPP memiliki mandat strategis dalam mengelola batas wilayah negara dan kawasan perbatasan dengan karakteristik serta tantangan yang beragam.
Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mengatakan penguatan SDM menjadi kebutuhan penting karena BNPP memiliki mandat strategis dalam mengelola batas wilayah negara dan kawasan perbatasan dengan karakteristik serta tantangan yang beragam.

BNPP Siapkan Talenta ASN untuk Hadapi Tantangan Perbatasan

03 September 2026 17:50

Jakarta: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI.

Sistem tersebut diarahkan untuk memastikan penempatan dan pengembangan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi. Percepatan penerapannya dibahas dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian Percepatan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Sekretariat Tetap BNPP RI, Rabu, 2 September 2026.

Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mengatakan penguatan SDM menjadi kebutuhan penting karena BNPP memiliki mandat strategis dalam mengelola batas wilayah negara dan kawasan perbatasan dengan karakteristik serta tantangan yang beragam.

“Manajemen talenta menjadi bagian penting untuk memastikan kita memiliki orang yang tepat, dengan kompetensi yang tepat, di posisi yang tepat, dan pada waktu yang tepat,” ujar Makhruzi.

Menurut Makhruzi, kualitas kebijakan, sistem, dan infrastruktur pengelolaan perbatasan perlu diimbangi dengan kapasitas ASN yang menjalankannya. ASN yang bertugas di wilayah perbatasan juga menghadapi kondisi geografis dan lingkungan kerja yang membutuhkan ketangguhan serta dedikasi.

Karena itu, pengelolaan SDM tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jumlah pegawai, tetapi juga memastikan kesesuaian kompetensi dengan tugas yang dijalankan.

Siapkan Kandidat untuk Jabatan Strategis

Makhruzi menyebut BNPP telah membangun sejumlah fondasi menuju penerapan manajemen talenta, antara lain melalui asesmen, pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan kompetensi teknis dan fungsional.

Dukungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga dinilai penting untuk mempercepat implementasi agar sistem manajemen talenta dapat diterapkan secara terukur dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman menjelaskan manajemen talenta memungkinkan instansi pemerintah menyiapkan kandidat untuk menduduki jabatan strategis sebelum terjadi kekosongan.

Berbeda dengan seleksi terbuka yang umumnya dilakukan setelah jabatan kosong, manajemen talenta diawali dengan pemetaan, pengembangan, dan penyiapan kandidat secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun adalah sistem yang mampu mempersiapkan kandidat sebelum jabatan kosong. Jadi, ketika organisasi membutuhkan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, kandidatnya sudah dipetakan dan dipersiapkan,” kata Herman.

Pemetaan dilakukan melalui Nine-Box Matrix dengan mengukur kinerja dan potensi ASN. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar pembentukan talent pool dan proses talent matching.

Kesesuaian Talenta dengan Kebutuhan Organisasi

Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN BKN Syamsul Hidayat menekankan bahwa manajemen talenta bukan sekadar mencari ASN dengan nilai terbaik. Menurutnya, talenta juga harus memiliki kesesuaian dengan karakteristik organisasi dan kebutuhan jabatan.

“Talenta terbaik bukan selalu orang dengan nilai tes paling tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana kemampuan dan kemauan seseorang sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga dapat memberikan kinerja yang optimal,” pungkasnya.

Penerapan manajemen talenta di BNPP selanjutnya membutuhkan penguatan kelembagaan, mulai dari regulasi, Tim Manajemen Talenta, Komite Talenta, hingga pembaruan data ASN.

Sistem yang disediakan BKN, seperti MyASN/SIASN dan Sistem Manajemen Talenta BKN (Simata), dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses tersebut. BKN juga menyatakan kesiapan memberikan pendampingan agar penerapan manajemen talenta di BNPP dapat segera direalisasikan.

Bagi BNPP, manajemen talenta bukan sekadar instrumen pengisian jabatan, tetapi bagian dari upaya menyiapkan SDM secara berkelanjutan.

Penempatan ASN sesuai kompetensi dan potensi diharapkan dapat mendukung BNPP dalam menjalankan mandat pengelolaan batas wilayah negara dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di kawasan perbatasan. Dok. Istimewa



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News ASN Sumber Daya Manusia