Terdakwa Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap diri nya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rasuna Said, Jakarta, Senin, 15 November 2021.
Terdakwa Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap diri nya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rasuna Said, Jakarta, Senin, 15 November 2021.
Nurdin Abdullah dituntut 6 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap total sebesar Rp13.812 miliar terkait dugaan suap dan gratifikasi.
Nurdin Abdullah dituntut 6 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap total sebesar Rp13.812 miliar terkait dugaan suap dan gratifikasi.
Selain pidana badan, jaksa menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp3,187 miliar dan SGD 350 ribu subsider 1 tahun penjara. Nurdin juga dituntut dicabut hak politik selama 5 tahun.
Selain pidana badan, jaksa menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp3,187 miliar dan SGD 350 ribu subsider 1 tahun penjara. Nurdin juga dituntut dicabut hak politik selama 5 tahun.

Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun Penjara

News Gratifikasi Kasus Suap Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun
15 November 2021 17:28
Jakarta: Gubernur Nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dituntut jaksa penuntut umum (JPU) KPK 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta terkait kasus suap yang menjeratnya. Jaksa meyakini Nurdin Abdullah bersalah dengan menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah kontraktor yang mencari pekerjaan di Pemprov Sulsel.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zaenal Abidin dalam persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin, 15 November 2021. 

Persidangan digelar secara virtual, di mana terdakwa Nurdin Abdullah masih ditahan di Rumah Tahan (Rutan) KPK di Jakarta.

Selain pidana badan, jaksa menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp3,187 miliar dan SGD 350 ribu subsider 1 tahun penjara. Nurdin juga dituntut dicabut hak politik selama 5 tahun.

Dalam menyusun tuntutannya, jaksa KPK mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Untuk hal memberatkan, perbuatan Nurdin dianggap bertentangan dengan semangat bangsa dan negara Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

Perbuatan Nurdin menciderai harapan dan kepercayaan masyarakat. Apalagi Nurdin pernah meraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Awards, yang semestinya mampu memberikan inspirasi untuk mempengaruhi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Sementara hal meringankan yakni Nurdin belum pernah dihukum, sopan di persidangan, dan mempunyai tanggungan keluarga. MI/Susanto

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif