Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat (tengah) bersama Karopenmas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setyono (kiri) dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menunjukkan barang bukti saat rilis kasus narkotika jenis sabu di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat (tengah) bersama Karopenmas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setyono (kiri) dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menunjukkan barang bukti saat rilis kasus narkotika jenis sabu di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sejumlah petugas Kepolisian merapikan barang bukti narkotika jenis sabu usai rilis di gudang penyimpanan daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sejumlah petugas Kepolisian merapikan barang bukti narkotika jenis sabu usai rilis di gudang penyimpanan daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Penyelundupan sabu sebanyak 200 kg oleh jaringan internasional dari Myanmar tersebut bermodus menyembunyikan sabu dalam karung berisi jagung yang tersebar di tiga wilayah Cikarang, Jakarta, dan Bangka Belitung.
Penyelundupan sabu sebanyak 200 kg oleh jaringan internasional dari Myanmar tersebut bermodus menyembunyikan sabu dalam karung berisi jagung yang tersebar di tiga wilayah Cikarang, Jakarta, dan Bangka Belitung.

Polisi Ungkap Penyelundupan 200 Kg Sabu Asal Myanmar

News penyelundupan narkotika
29 Juli 2020 21:11
Bekasi: Tim gabungan mengungkap peredaran narkoba jenis sabu jaringan internasional di Indonesia, Rabu, 29 Juli 2020.

Direktorat Reserse Narkoba Bangka Belitung mengungkap pengiriman sabu-sabu yang coba diselundupkan dengan cara disembunyikan menggunakan karung hijau berisi jangung. 

Pengungkapan tersebut merupakan upaya dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Bangka Belitung, dan Bea Cukai. Operasi gabungan tersebut dengan sandi White Corn 2020.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat terkait adanya informasi peredaran narkoba yang berasal dari Myanmar menuju Malaysia hingga masuk ke Kepulauan Riau (Kepri).

Usai masuk Kepri, barang haram tersebut beredar menuju Bangka Belitung (Babel) hingga ke menuju Jakarta melalui Tanjung Priok.

Dalam operasi ini, aparat menangkap empat orang tersangka yaitu SC, A, RS dan YD. ANTARA Foto/ Fakhri Hermansyah

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif