Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kedua kanan) bersama Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan Wang Jong Hong (kanan) menyaksikan penandatanganan kontrak pengadaan alutsista dan konstruksi di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kedua kanan) bersama Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan Wang Jong Hong (kanan) menyaksikan penandatanganan kontrak pengadaan alutsista dan konstruksi di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, penandatanganan ini merupakan dukungan pemerintah guna mewujudkan industri pertahanan di Tanah Air yang mandiri, profesional dan berdaya saing.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, penandatanganan ini merupakan dukungan pemerintah guna mewujudkan industri pertahanan di Tanah Air yang mandiri, profesional dan berdaya saing. "Penandatanganan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam pengadaan alutsista yang lebih cepat transparan dan akuntanbel," katanya.
Menhan berharap industri pertahanan nasional dapat terus berinovasi, menjadi industri yang mandiri dan berdaya saing, sehingga diakui oleh dunia.
Menhan berharap industri pertahanan nasional dapat terus berinovasi, menjadi industri yang mandiri dan berdaya saing, sehingga diakui oleh dunia. "Ke depan diharapkan industri pertahanan dapat menjembatani kebutuhan alutsista," katanya.

Kemhan Tandatangani Kontrak Alutsista Rp2,1 T dan USD1,4 Miliar

12 April 2019 15:22
Jakarta: Kementerian Pertahanan menandatangani 22 kontrak untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan strategis (alutsista) dan konstruksi senilai Rp2,1 triliun dan USD1,4 miliar. Penandatanganan dilakukan di kompleks PT Pindad, Bandung, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Antara Foto/M Agung Rajasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News alutsista tni