Sejumlah pegiat hak asasi manusia (HAM) dan aktivis demokrasi yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar Aksi Kamisan ke-902 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Sejumlah pegiat hak asasi manusia (HAM) dan aktivis demokrasi yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar Aksi Kamisan ke-902 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan poster sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan serta menyuarakan tuntutan penegakan keadilan.
Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan poster sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan serta menyuarakan tuntutan penegakan keadilan.
Aksi Kamisan kali ini mengusung tema Usut Tuntas Upaya Pembunuhan Berencana terhadap Andrie Yunus: Segera Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Adili Pelaku di Peradilan Umum.
Aksi Kamisan kali ini mengusung tema Usut Tuntas Upaya Pembunuhan Berencana terhadap Andrie Yunus: Segera Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Adili Pelaku di Peradilan Umum.
Para peserta mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus tersebut secara transparan dan memastikan para pelaku diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Para peserta mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus tersebut secara transparan dan memastikan para pelaku diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

​Aksi Kamisan ke-902 Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

02 April 2026 18:30
Jakarta: Sejumlah pegiat hak asasi manusia (HAM) dan aktivis demokrasi yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar Aksi Kamisan ke-902 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 April 2026. 

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan poster sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan serta menyuarakan tuntutan penegakan keadilan. 

Aksi Kamisan kali ini mengusung tema Usut Tuntas Upaya Pembunuhan Berencana terhadap Andrie Yunus: Segera Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Adili Pelaku di Peradilan Umum. 

Para peserta mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus tersebut secara transparan dan memastikan para pelaku diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku. MI/Usman Iskandar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MUM)

News