Warga negara AS Kristen Gray (tengah) dan pasangannya Saundra Michelle Alexander (kedua kanan) bersiap meninggalkan Denpasar menuju Jakarta di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu, 20 Januari 2021 malam.
Warga negara AS Kristen Gray (tengah) dan pasangannya Saundra Michelle Alexander (kedua kanan) bersiap meninggalkan Denpasar menuju Jakarta di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu, 20 Januari 2021 malam.
Kristen Gray dan Saundra Michelle Alexander selanjutnya dideportasi ke negaranya dari Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 21 Januari 2021 pagi WIB.
Kristen Gray dan Saundra Michelle Alexander selanjutnya dideportasi ke negaranya dari Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 21 Januari 2021 pagi WIB.
Kristen Gray yang cuitannya viral di akun Twitter @kristentootie berupa ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali pada masa pandemi covid-19, dan diduga telah menyebarkan informasi lain yang dianggap dapat meresahkan masyarakat dideportasi bersama Saundra Michelle ke AS karena diduga melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Kristen Gray yang cuitannya viral di akun Twitter @kristentootie berupa ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali pada masa pandemi covid-19, dan diduga telah menyebarkan informasi lain yang dianggap dapat meresahkan masyarakat dideportasi bersama Saundra Michelle ke AS karena diduga melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Proses Deportasi Kristen Gray

News wna keimigrasian
21 Januari 2021 10:16
Denpasar: Dua warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat Kristen Antoinette Gray dan Saundra Michelle Alexander resmi dideportasi dari Bali karena melanggar keimigrasian.

"Ada empat petugas imigrasi yang ikut terbang ke Jakarta, sedangkan nanti dari Jakarta ke Amerika jam 06.30 WIB dengan American Air melalui Tokyo," kata pengacara Kristen Antoinette Gray, Erwin Siregar saat dikonfirmasi di Denpasar, Rabu, 20 Januari 2021.

Ia mengatakan dua warga Amerika Serikat itu telah menjalani tes usap covid-19 dan hasilnya negatif, yang diterima setelah menunggu selama kurang lebih enam jam.
  
Dalam proses pendeportasian ini, Kristen Antoinette Gray dan Saundra Michelle Alexander menyatakan tidak bersalah. Jika itu dianggap suatu kesalahan maka mereka akan minta maaf. "Dia (Kristen) mengatakan bahwa dia tak bersalah. Kalau itu dianggap suatu kesalahan dia minta maaf," kata Erwin.

Hingga saat ini pihak Imigrasi di wilayah KemenkumHAM Bali belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait pendeportasian tersebut.

Sebelumnya pada Selasa, 19 Januari 2021, Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, WNA itu telah menyebarkan informasi yang dianggap dapat meresahkan masyarakat.

Adapun informasinya berupa LGBTQF (queer friendly) di mana di Provinsi Bali memberikan kenyamanan dan tidak dipermasalahkan dan kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi.

Untuk dua warga AS tersebut diduga melanggar pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
  
Selain itu, WNA asal AS itu juga diduga melakukan kegiatan bisnis melalui penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali sehingga dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. AFP PHOTO/Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif