Seorang pekerja membersihkan etalase yang berisi senjata tradisional menjelang pameran persenjataan tradisional di Museum Aceh di Banda Aceh pada Jumat, 15 Oktober 2021.
Seorang pekerja membersihkan etalase yang berisi senjata tradisional menjelang pameran persenjataan tradisional di Museum Aceh di Banda Aceh pada Jumat, 15 Oktober 2021.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Mueum Aceh menggelar pameran yang menampilkan 176 jenis senjata tradisional dari provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Mueum Aceh menggelar pameran yang menampilkan 176 jenis senjata tradisional dari provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin di Banda Aceh, mengatakan pameran berlangsung secara virtual pada 16 Oktober 2021 dan dapat disaksikan di kanal Youtube Disbudpar Aceh.
Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin di Banda Aceh, mengatakan pameran berlangsung secara virtual pada 16 Oktober 2021 dan dapat disaksikan di kanal Youtube Disbudpar Aceh. "Pameran ini menampilkan 176 jenis senjata tradisional yang merupakan koleksi Museum Aceh seperti siwaih, rencong, pedang, tombak, meriam, perisai dan lainnya," katanya.
Jamaluddin mengatakan pameran senjata tersebut merupakan bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali, guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari-hari biasa.
Jamaluddin mengatakan pameran senjata tersebut merupakan bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali, guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari-hari biasa. "Tahun ini karena masih dalam masa pandemi covid-19, maka kita menggelar secara virtual, sehingga masyarakat bisa melihat koleksi senjata tradisional Museum Aceh," ujarnya.
Bagi masyarakat menyaksikan pameran senjata secara virtual bisa ditonton melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh https://www.youtube.com/c/DisbudparAceh dan kanal YouTube Museum Aceh pada 16 Oktober 2021 mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Bagi masyarakat menyaksikan pameran senjata secara virtual bisa ditonton melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh https://www.youtube.com/c/DisbudparAceh dan kanal YouTube Museum Aceh pada 16 Oktober 2021 mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Foto: Ratusan Senjata Tradisional Dipamerkan di Museum Aceh

Gaya pendidikan Pameran Kebudayaan aceh
15 Oktober 2021 17:40
Banda Aceh: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Mueum Aceh menggelar pameran yang menampilkan 176 jenis senjata tradisional dari provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin di Banda Aceh, mengatakan pameran berlangsung secara virtual pada 16 Oktober 2021 dan dapat disaksikan di kanal Youtube Disbudpar Aceh.

"Pameran ini menampilkan 176 jenis senjata tradisional yang merupakan koleksi Museum Aceh seperti siwaih, rencong, pedang, tombak, meriam, perisai dan lainnya," katanya.

Jamaluddin mengatakan pameran senjata tersebut merupakan bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali, guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari-hari biasa.

"Tahun ini karena masih dalam masa pandemi covid-19, maka kita menggelar secara virtual, sehingga masyarakat bisa melihat koleksi senjata tradisional Museum Aceh," ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Aceh Mudha Farsya mengatakan pameran senjata mengangkat tema 'Semangat, Simbol dan Identitas' digelar sebagai rangkaian memperingati Hari Museum yang diperingati setiap 12 Oktober.

"Di pameran senjata ini, Museum Aceh menampilkan sejumlah senjata Kerajaan Aceh 500 tahun yang lalu atau masa pemerintahan Ali Mughayat Syah rentang waktu 1511 hingga 1530 Masehi," ungkap Mudha Farsya.

"Bagi masyarakat menyaksikan pameran senjata secara virtual bisa ditonton melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh https://www.youtube.com/c/DisbudparAceh dan kanal YouTube Museum Aceh pada 16 Oktober 2021 mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB," kata Mudha Farsya.  AFP PHOTO/Chaideer Mahyuddin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif