Sejak dibuat dua bulan yang lalu atau sejak Agustus 2021, Musuem Plastik di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus dibanjiri pengunjung.
Sejak dibuat dua bulan yang lalu atau sejak Agustus 2021, Musuem Plastik di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus dibanjiri pengunjung.
Banyak di antara pengunjung adalah anak-anak sekolah. Mereka mengunjungi Museum Plastik sekaligus belajar sejak dini untuk mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Banyak di antara pengunjung adalah anak-anak sekolah. Mereka mengunjungi Museum Plastik sekaligus belajar sejak dini untuk mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut pendiri Museum Plastik, Prigi Arisandi, museum itu dibuat untuk mengingatkan kepada masyrakat tentang bahaya sampah plastik pada lingkungan dan habitat yang ada. Serta untuk mengkampanyekan memininalkan penggunaan plastik sekali pakai, yang saat ini banyak mengotori sungai-sungai Indonesia termasuk di Jatim.
Menurut pendiri Museum Plastik, Prigi Arisandi, museum itu dibuat untuk mengingatkan kepada masyrakat tentang bahaya sampah plastik pada lingkungan dan habitat yang ada. Serta untuk mengkampanyekan memininalkan penggunaan plastik sekali pakai, yang saat ini banyak mengotori sungai-sungai Indonesia termasuk di Jatim.
"Kami membuat museum plastik ini berawal dari keperihatinan banyaknya sampah plastik, yang dibuang sembarangan di sungai oleh masyarakat. Sehingga mencemari lingkungan dan habitat yang ada," katanya.
Saat ini, museum sampah telah menjadi lokasi yang populer, bahkan menjadi sangat instagrammable jika berfoto dengan latar belakang ribuan botol sampah.  Hingga saat ini, lebih dari 500 pengunjung telah berkunjung ke museum tersebut.
Saat ini, museum sampah telah menjadi lokasi yang populer, bahkan menjadi sangat instagrammable jika berfoto dengan latar belakang ribuan botol sampah. Hingga saat ini, lebih dari 500 pengunjung telah berkunjung ke museum tersebut.

Melihat Antusiasme Pengunjung di Museum Plastik Gresik

Gaya pengelolaan sampah Larangan Sampah Plastik Sampah plastik Museum Sampah Plastik
12 Oktober 2021 16:21
Surabaya: Sejak dibuat dua bulan yang lalu atau sejak Agustus 2021, Musuem Plastik di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus dibanjiri pengunjung.

Banyak di antara pengunjung adalah anak-anak sekolah. Mereka mengunjungi Museum Plastik sekaligus belajar sejak dini untuk mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurut pendiri Museum Plastik, Prigi Arisandi, museum itu dibuat untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik pada lingkungan dan habitat yang ada. Serta untuk mengkampanyekan memininalkan penggunaan plastik sekali pakai, yang saat ini banyak mengotori sungai-sungai Indonesia termasuk di Jatim.

"Kami membuat museum plastik ini, berawal dari keperihatinan banyaknya sampah plastik, yang dibuang sembarangan di sungai oleh masyarakat. Sehingga mencemarkan lingkungan dan habitat yang ada," katanya.

Prigi mengatakan, material instalasi museum plastik tersebut dikumpulkan dari tempat pembuangan sampah serta sungai yang tersebar di beberapa daerah di Jatim. Misalnya Sungai Brantas sepanjang Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, lalu Mangroove Wonerejo, dan Sungai Surabaya.

Sampah-sampah plastik itu terdiri dari botol, tas, hingga bungkus sachet dan sedotan. Hasilnya didapat lebih dari 10.000 sampah plastik. Kemudian sampah itu dimanfaatkan untuk dijadikan instalasi museum sampah plastik.

"Jadi, sampah plastik itu dikumpulkan oleh anggota Ecoton yang berjumlah sekitar 50 orang lebih. Mereka terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat," katanya.

Sebagian sampah plastik itu dibuat sebuah patung menyerupai Dewi Sri, yang sarat dengan arti Dewi Kemakmuran. Dewi Sri yang konon dihormati orang Jawa itu didirikan tepat di tengah museum. Dari bagian patung itu, di mana rok panjang si Dewi Sri terbuat dari bungkus sachet produk rumah tangga sekali pakai.

"Sementara untuk terowongan museum sepanjang 10 meter dengan ketinggian 33 kaki itu dibuat menggunakan sekitar 4.444 botol," katanya.

Saat ini, museum ini telah menjadi lokasi yang populer, bahkan menjadi sangat instagrammable jika berfoto dengan latar belakang ribuan botol sampah. Pameran bertajuk '3F' (Fish Fersus Flastik) tersebut berlangsung di ruang terbuka. Hingga saat ini, lebih dari 500 pengunjung telah berkunjung ke museum tersebut. Medcom.id/Amaluddin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif