Dikembangkan bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Bestari Sustainability, panduan ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan peta jalan keberlanjutan pemerintah, sekaligus mencerminkan komitmen Grab untuk Indonesia dalam mewujudkan Zero Packaging Waste in Nature atau Nol Sampah Kemasan di Alam pada 2040.
| Baca juga: Grab Percepat Implementasi Teknologi Lidar di Asia |
Pertumbuhan pesat layanan pesan-antar makanan dan belanja online dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang kini menjadi perhatian dalam pengelolaan sampah.
Berdasarkan Analisis Studi Bestari (2025), satu pesanan berpotensi menghasilkan sekitar 50 gram plastik sekali pakai. Jika diakumulasi dari 100 restoran atau toko, jumlah tersebut dapat mencapai sekitar 85 ribu kilogram sampah plastik per tahun.
Sejalan dengan upaya pengurangan sampah plastik dan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, panduan ini dapat menjadi langkah awal bagi mitra merchant untuk mengikuti arahan pemerintah yang menargetkan pelarangan total penggunaan plastik sekali pakai (seperti styrofoam, kantong plastik, alat makan plastik, kemasan saset, dan sedotan plastik) pada tahun 2030 melalui Permen LHK No. 75 Tahun 2019.
Pertama di Indonesia, Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan Grab diperkenalkan dalam acara Teras Perwira, sebuah forum kolaboratif Grab yang dirancang sebagai ruang dialog dan pemberdayaan bagi Mitra Merchant Grab.
Selain melibatkan ratusan Mitra Merchant, acara ini juga dihadiri mitra vendor solusi kemasan ramah lingkungan dan Perwakilan Direktorat Jenderal Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup RI sebagai pemangku kepentingan terkait di Jakarta (29/01).
Hadirnya buku dan video edukasi panduan transisi kemasan berkelanjutan ini menandai fase awal implementasi yang berfokus pada sosialisasi dan edukasi, termasuk uji coba penerapan bersama sejumlah Mitra Merchant yang mulai mengeksplorasi penggunaan kemasan berkelanjutan. Grab menyadari bahwa kunci percepatan adopsi kemasan berkelanjutan adalah lewat pendekatan kolaboratif dengan melibatkan mitra usaha, penyedia solusi kemasan ramah lingkungan, pemerintah, dan komunitas guna memastikan upaya pengurangan sampah plastik dilakukan secara terukur dan berkelanjutan di industri pesan-antar makanan.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan, “Melalui pendekatan ini, Grab berkomitmen untuk terus mendorong dan mendampingi Mitra Merchant dalam memahami serta bertransisi untuk menggunakan kemasan yang lebih berkelanjutan, sebagai bagian dari kontribusi bersama untuk lingkungan Indonesia. Fokus utama Grab tetap konsisten: memastikan bahwa transisi ini bersifat inklusif, sehingga aspek keberlanjutan tidak hanya menjadi milik bisnis besar, namun juga menjadi identitas bagi setiap Mitra Merchant di seluruh nusantara."
Salah satu Mitra Merchant yang telah merasakan manfaat langsung setelah beralih ke penggunaan kemasan daur ulang yaitu Sinta dari Wing Emperor mengatakan, “Sejak mengikuti panduan dari Grab, kami merasakan respons yang sangat positif dari pelanggan. Kini produk kami dikemas dengan material yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas dan higienitas. Panduan ini membantu kami memilih kemasan yang tepat dan menjalani proses transisi secara bertahap. Kami jadi lebih percaya diri menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan sekaligus ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik sekali pakai.”
Grab juga membuka ruang bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam langkah hijau melalui inisiatif GrabExpress Recycle. Layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi untuk mengirimkan sampah kemasan seperti botol plastik dan kardus bekas ke bank sampah atau lokasi daur ulang terdekat dengan mudah.
Berbagai langkah ini menegaskan bahwa perjalanan Grab menuju target Zero Packaging Waste in Nature dilakukan secara konsisten dan terintegrasi. Langkah ini menegaskan komitmen Grab menuju target Zero Packaging Waste in Nature melalui pendekatan yang konsisten dan terintegrasi.
Ke depan, Grab akan terus mengembangkan inisiatif keberlanjutan secara holistik melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News