Foto: Grab
Foto: Grab

Grab Percepat Implementasi Teknologi Lidar di Asia

Mohamad Mamduh • 08 Februari 2026 19:22
Ringkasnya gini..
  • Kemitraan ini bertujuan untuk mendorong adopsi teknologi Lidar, yang merupakan teknologi pengindraan jarak jauh.
  • Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sensor Lidar yang andal dan berkualitas tinggi.
  • Grab dan Hesai memungkinkan mesin melampaui kecerdasan digital dan beroperasi secara aman di lingkungan perkotaan Asia Tenggara yang kompleks.
Jakarta: Hesai Technology, penyedia global dalam solusi Lidar (Light Detection and Ranging), hari ini mengumumkan kemitraan strategis dengan Grab, aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara. Melalui kerja sama ini, Grab resmi ditunjuk sebagai distributor eksklusif produk Lidar Hesai di seluruh kawasan Asia Tenggara.
 
Kemitraan ini bertujuan untuk mendorong adopsi teknologi Lidar, yang merupakan teknologi pengindraan jarak jauh menggunakan cahaya untuk mengukur jarak dan memetakan lingkungan dengan presisi tinggi.
 
Grab akan mengambil peran utama dalam penjualan, dukungan pelanggan, dan pemasaran sensor Lidar Hesai di kawasan ini. Penunjukan Grab sebagai distributor eksklusif Hesai juga memastikan pasokan teknologi Lidar yang stabil dan andal untuk mendukung pengembangan autonomous mobility dan pemetaan.

Hesai, yang merupakan pemimpin global dalam solusi Lidar dengan pangsa pasar terbesar di sektor otomotif secara keseluruhan, Advanced Driver Assistance System (ADAS), dan autonomous mobility, akan memanfaatkan sumber daya dan jaringan distribusi Grab.
 
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sensor Lidar yang andal dan berkualitas tinggi, memungkinkan pelaku industri di seluruh Asia Tenggara untuk mengakses teknologi ini lebih cepat dan mudah. Akses yang lebih cepat ini sangat penting untuk berbagai kebutuhan di berbagai industri dan aplikasi, termasuk solusi robotik dan autonomous systems.
 
Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab, menyampaikan bahwa perluasan akses teknologi Lidar kelas dunia di Asia Tenggara tidak hanya meningkatkan kapabilitas autonomous mobility dan pemetaan Grab, tetapi juga menyediakan "mata" bagi robot untuk melihat dan bernavigasi secara aman. “Hal ini memastikan bahwa 3D intelligence dapat diakses dan dikembangkan ke berbagai industri di kawasan ini,” tambahnya.
 
Senada dengan hal tersebut, David Li, CEO dan Co-founder Hesai, menekankan bahwa Lidar merupakan teknologi inti yang memungkinkan robot mencapai autonomous perception serta operasional yang lebih aman.
 
Pasar Asia Tenggara sendiri menunjukkan permintaan yang kuat di sektor manufaktur, logistik, dan service robots. Melalui kemitraan ini, Hesai yakin dapat mempercepat implementasi dan adopsi Lidar dalam skala besar untuk aplikasi robotik di pasar lokal.
 
Kawasan Asia Tenggara diproyeksikan akan mengalami peningkatan signifikan dalam permintaan otomasi berbasis AI. Seiring dengan tren tersebut, penggunaan Lidar diperkirakan akan beralih dari tahap uji awal menuju implementasi komersial dalam skala besar.
 
Kemitraan ini memposisikan kedua perusahaan untuk bersama-sama mendorong pengembangan Physical dan Embodied AI di Asia Tenggara. Dengan memfasilitasi akses terhadap hardware pendukung, Grab dan Hesai memungkinkan mesin melampaui kecerdasan digital dan beroperasi secara aman di lingkungan perkotaan Asia Tenggara yang kompleks
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA