PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian industri ekstrak bahan baku alam di Indonesia.
PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian industri ekstrak bahan baku alam di Indonesia.

Pabrik Klapanunggal Dorong Kemandirian Ekstrak Bahan Alam Nasional

Arif Wicaksono • 13 Mei 2026 13:10
Bogor: PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian industri ekstrak bahan baku alam di Indonesia. Fasilitas ini disebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri berbasis riset yang menargetkan daya saing global.
 
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi tersebut merupakan fasilitas produksi terbesar dalam sejarah perusahaan. Infrastruktur ini mencakup area produksi, laboratorium riset, hingga gudang terintegrasi, dan dirancang untuk menopang operasional jangka panjang hingga 20 tahun ke depan dengan standar mutu yang ketat.
 
Baca juga:  Dari Sprei hingga Skincare, Potret Keseharian Wamen Stella yang Cinta Produk Indonesia      

Peresmian ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam industribahan baku alam, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor untuk sektor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.
 
Direktur Utama Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, menegaskan pembangunan pabrik ini bukan sekadar ekspansi kapasitas produksi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan.

“Peresmian Pabrik Klapanunggal adalah komitmen kami untuk membangun kemandirian ekstrak bahan alam nasional berbasis riset. Herbal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan global jika dikembangkan secara ilmiah dan berkelanjutan,” ujar dia dalam keteranganya. 
 
Ia menambahkan, perusahaan ingin menggeser pandangan bahwa produk herbal hanya berbasis tradisi, menjadi bagian dari industri sains modern yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional.
 
Pabrik Klapanunggal telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menjadi standar tertinggi dalam industri obat bahan alam di Indonesia.
 
Perwakilan BPOM, Mohamad Kashuri, menilai fasilitas ini mencerminkan kemajuan industri obat bahan alam nasional yang semakin berbasis riset dan inovasi.
 
“Konsistensi penerapan standar CPOBAB sangat penting untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat produk. Kami mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di pasar global,” katanya.

Hilirisasi dan potensi biodiversitas

Pengembangan fasilitas ini dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi industri kesehatan nasional. Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas besar dinilai masih belum optimal dalam memanfaatkan potensi tersebut akibat keterbatasan riset, standardisasi, dan industrialisasi.
Dengan hadirnya fasilitas produksi berbasis riset, industri diharapkan tidak hanya menjadi manufaktur, tetapi juga pusat inovasi yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
 
Phytochemindo juga memperkuat pengembangan inovasi melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Indonesia.
 
Kerja sama tersebut menghasilkan berbagai inovasi seperti pengembangan ekstrak herbal terstandar, nano-kunyit, hingga produk propolis berbasis riset yang telah masuk ke tahap komersialisasi.
 
Hingga saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 300 produk dan telah mengekspor produk ekstrak herbal ke lebih dari 16 negara sejak awal 1990-an.
 
Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap produk kesehatan berbasis bahan alami, industri ekstrak Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pemain utama di pasar internasional.
 
Peresmian Pabrik Klapanunggal menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperluas ekspor produk berbasis herbal Indonesia.
 
Acara peresmian juga dirangkaikan dengan peluncuran buku biografi pendiri perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang dan fondasi inovasi yang telah dibangun sejak awal berdirinya perusahaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan