Kelapa Sawit. Foto: Istimewa.
Kelapa Sawit. Foto: Istimewa.

Tanzania–Indonesia Perkuat Kolaborasi Riset Kelapa Sawit Lewat Pelepasan Sumber Daya Genetik

Arif Wicaksono • 08 Mei 2026 18:07
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Tanzania menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam pengembangan industri kelapa sawit, khususnya melalui program pelepasan sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit yang melibatkan Indonesia.
  • Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga bentuk nyata penguatan kemitraan antara kedua negara yang memiliki visi serupa di sektor pertanian.
Serdang Bedagai: Pemerintah Tanzania menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam pengembangan industri kelapa sawit, khususnya melalui program pelepasan sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit yang melibatkan Indonesia.
 
Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga bentuk nyata penguatan kemitraan antara kedua negara yang memiliki visi serupa di sektor pertanian.
 
Baca juga: Minyak Goreng JAR Makin Dilirik di Tanah Bumbu, Dianggap Lebih Hemat dan Tetap Jernih    

“Ini adalah kisah kolaborasi dua negara sahabat yang dipisahkan oleh Samudra Hindia, namun disatukan oleh tujuan bersama,” ujar Tembele dalam keterangannya.
 
Ia menilai kolaborasi lintas negara menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan global di sektor pangan dan perkebunan. Menurutnya, inovasi hanya bisa berkembang melalui pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman antarnegara.

“Kerja sama bukan sekadar slogan diplomatik, tetapi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
 
Tembele juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam program ini, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Kementerian Pertanian, lembaga riset, pelaku usaha, serta Tanzania Agricultural Research Institute yang berperan dalam pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit.
 
Ia menambahkan, pengalaman para peneliti Tanzania selama berada di Indonesia diharapkan dapat menjadi modal penting untuk pengembangan industri sawit di negaranya.
 
Kegiatan pelepasan SDG ini juga melibatkan sejumlah institusi, seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan, Badan Karantina Indonesia, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
 
Menutup pernyataannya, Tembele menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat inovasi, produktivitas, dan hubungan bilateral kedua negara di sektor perkebunan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan