Refleksi Akhir Tahun 2021 Dirjen PPKL KLHK. Foto: Dok. KLHK
Refleksi Akhir Tahun 2021 Dirjen PPKL KLHK. Foto: Dok. KLHK

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2021 Meningkat

Media Indonesia.com • 21 Desember 2021 22:34
Jakarta: Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sigit Reliantoro, menyebut indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia meningkat pada 2021. Ada peningkatan sebanyak 1,16 poin dari 70,27 pada 2020 menjadi 71,43 pada 2021.
 
"Kalau dilihat, alhamdulillah tahun ini terjadi peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia," ujar Sigit dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 yang disiarkan secara virtual, Selasa, 21 Desember 2021.
 
Indeks kualitas lingkungan hidup adalah nilai yang menggambarkan kualitas lingkungan suatu wilayah. Indeks ini dihitung dari nilai komposit berupa indeks kualitas air, udara, lahan, dan air laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sigit, peningkatan tajam terjadi pada 2020 dari 66,55 pada 2019 menjadi 70,27. Peningkatan itu sebagian besar berkorelasi dengan penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi covid-19. Pada 2021, dengan aktivitas ekonomi kembali meningkat, tetap terjadi kenaikan menjadi 71,43.
 
Terkait indeks kualitas air, Sigit mengakui bahwa nilanya belum mencapai target. Ada penurunan nilai sebanyak 0,2 poin. Tahun ini nilainya 53,33 poin, sedangkan pada 2020 sebesar 53,53 poin. 
 
Target indeks kualitas air pada 2021 adalah 55,20 poin. Sebanyak 14 provinsi sudah berhasil memenuhi target indeks. Dan sebanyak 20 provinsi tidak mencapai target kualitas air.
 
"Salah satu penyebabnya adalah masih adanya BOD (biological oxygen demand) dan E Coli. Hal itu mencerminkan limbah rumah tangga belum terkelola dengan baik. Artinya, upaya mempercepat perbaikan sanitasi itu sangat penting," katanya.
 
Indeks kualitas udara pada 2021 mengalami peningkatan sebanyak 0,02 poin. Dari 87,21 poin pada 2020 menjadi 87,23 poin pada 2021.
 
Baca: Pemerintah Berkomitmen Perbaiki Daerah Aliran Sungai Kapuas dan Melawi
 
Indeks kualitas air laut juga meningkat dari 68,94 poin pada 2020 menjadi 81,03 pada 2021. Angka itu lebih tinggi dari target nasional 59,00 poin.
 
Indeks kualitas lahan juga meningkat menjadi 59,72 poin dari 59,54 pada 2020. Namun, angka itu masih di bawah target nasional yaitu sebesar 62,50 poin.
 
Terjadi perbaikan pula dalam indeks kualitas ekosistem gambut. Dari 65,7 poin pada 2020 menjadi 68 poin pada 2021. Sedangkan target tahun ini adalah 66,3 poin.
 
Sigit menyoroti beberapa provinsi mengalami tren penurunan nilai indeks kualitas ekosistem gambut. Dua di antaranya adalah Sumatra Barat dan Kepulauan Bangka Belitung.
 
(UWA)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif