Menteri Kerja sama Pembangunan dan Kerja sama Nordik Denmark Flemming Møller Mortensen. Foto: Medcom.id
Menteri Kerja sama Pembangunan dan Kerja sama Nordik Denmark Flemming Møller Mortensen. Foto: Medcom.id

G20 Development Ministerial Meeting

Denmark Prioritaskan Transisi Energi di G20

Ade Hapsari Lestarini • 07 September 2022 12:25
Belitung: Ekonomi biru menjadi pendorong permintaan dan pasokan energi bersih. Percepatan transisi energi bersih di seluruh dunia pun sangat mendesak.
 
Berangkat dari itu, Menteri Kerja sama Pembangunan dan Kerja sama Nordik Denmark Flemming Møller Mortensen mengatakan, negaranya memprioritaskan transisi energi di Presidensi G20 kali ini.
 
"Dengan latar belakang ini, kami ingin menyampaikan tiga poin," ujar Flemming Møller Mortensen, saat Seminar of The Development of Indonesia's Blue Economy Roadmap, Rabu, 7 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, ujar dia, ekonomi biru yang kuat harus didasarkan pada transisi hijau yang adil dan merata. Dia menyampaikan ekonomi biru dan energi hijau, serta transisi energi harus berjalan beriringan.
 
"Dan kami adalah port Indonesia, untuk menjadikan transisi energi sebagai prioritas di G20," tambah Flemming Møller Mortensen.
 
Baca juga: 40% Ekonomi Biru Ada di Indonesia Timur

Kedua, dibutuhkan kemitraan publik swasta yang kuat dalam ekonomi biru lintas sektor negara dan wilayah yang ambisius dan dapat diprediksi.
 
"Kerangka kebijakan yang transparan adalah kunci untuk menciptakan kepercayaan investor dan untuk menarik investasi swasta ke ekonomi biru dan hijau," kata dia.
 
Ketiga, dalam mengembangkan ekonomi biru, setiap negara membutuhkan kolaborasi regional dan multilateral yang kuat untuk mengatasi masalah lintas batas ekonomi biru tersebut.
 
"Pemerintah Denmark sedang berbicara di dalam dan luar negeri dan kami akan meningkatkan tenaga angin dan surya berbasis darat empat kali lipat pada 2040. Kami akan meningkatkan kapasitas angin lepas pantai lebih dari sepuluh kali lipat pada 2050. Dengan demikian, kami akan memasok lebih dari 230 juta rumah tangga dengan listrik hijau dan mereproduksi hidrogen hijau untuk dekarbonisasi pengiriman," paparnya.
 
Flemming Møller Mortensen menuturkan, hal ini dilakukannya bekerja sama dengan negara lain. Menurut dia, pendekatan regional ini harus menginspirasi kolaborasi regional di tempat lain.
 
"Kami menerapkan pendekatan yang berpusat pada orang dan kami memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan. Peningkatan pembelian publik masyarakat lokal mendapatkan keuntungan langsung dari investasi sebagai pemegang saham, atau sebaliknya," jelasnya.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif