Emiten pengelola kawasan wisata Ancol ini mencatatkan performa yang cukup unik dengan pendapatan usaha mengalami penurunan, perseroan tetap mampu membukukan kenaikan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data laporan keuangan dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), PJAA membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp1,12 triliun pada tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan sekitar 11,4% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp1,26 triliun.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan justru mengalami kenaikan tipis menjadi Rp609,5 miliar. Hal ini menekan Laba Bruto perseroan ke angka Rp511,6 miliar, turun signifikan dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp666,7 miliar.
Meski operasional inti terlihat tertekan, performa laba PJAA terbantu oleh lonjakan tajam pada pos Penghasilan Lainnya. Tercatat, pos ini melesat dari hanya Rp23,2 miliar pada 2024 menjadi Rp224,6 miliar di akhir 2025.
Lonjakan instrumen ini menjadi bantalan utama yang menahan kejatuhan Laba Usaha, sehingga perseroan masih bisa mengantongi Laba Usaha sebesar Rp324,8 miliar.
Faktor lain yang memperkuat laba bersih adalah keberhasilan perseroan menekan biaya-biaya di bawah garis operasional. Beban Keuangan terpantau menyusut menjadi Rp72 miliar (dari sebelumnya Rp95,6 miliar), sementara Beban Pajak Penghasilan juga turun drastis menjadi Rp44,9 miliar.
Berkat kombinasi penghasilan non-operasional dan efisiensi biaya bunga/pajak tersebut, PJAA berhasil menutup tahun 2025 dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp179,96 miliar. Angka ini tumbuh tipis 2,08% dibandingkan laba bersih tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News