Go-Jek Tanggapi Pernyataan Prabowo Soal Ojek
VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Sejak diluncurkan pada 2015, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) Indonesia telah menghubungkan pengguna dengan lebih dari satu juta mitra pengemudi yang terdaftar. Perjalanan bisnis on-demand mobile platform ini pun fokus memberdayakan para pekerja sektor informal Indonesia.

VP Corporate Affair Go-Jek Michael Say mengatakan seluruh mitra Go-Jek baik pengemudi roda dua maupun roda empat didorong untuk mendapatkan akses kesejahteraan yang luas. Sisi pendapatan pun dinilai masih terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan pegawai negeri level menengah.

"Kontribusi mereka bagi perkembangan ekonomi di Indonesia cukup besar. Kami sebagai mitra mereka tersebut melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatannya," ujar Michael di Kantor Go-Jek Indonesia, Gedung Pasar Raya Blok M, Jakarta, Jumat, 23, November 2018.

Mitra Go-Jek tak dibatasi latar belakang untuk bisa ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi bangsa. Menurut Michael, inovasi layanan lengkap mulai transportasi, logistik, pembayaran hingga antar makanan ini direspons baik untuk mengubah gaya hidup yang lebih efisien.

"Pastinya kalau dibilang penting, mitra ini sangat penting bagi perkembangan ekosistem Go-Jek keseluruhan dan pengembangan bisnis selalu lihat respon mitra kami," kata dia.

Kesejahteraan mitra Go-Jek pun diupayakan untuk tetap berapa di level tertinggi. Selain pendapatan dari tarif pelanggan, mitra pun dimungkinkan untuk mendapatkan tambahan pendapatan melaui bonus poin sesuai pencapaian kinerja.

Baca: Prabowo Sesalkan Banyak Generasi Muda Pilih Profesi Tukang Ojek

Dampak sosial mitra Go-Jek juga berubah dengan terbukanya akses jasa keuangan seperti tabungan, asuransi, KPR dan cicilan terjangkau. Michael menyebut perusahaanya telah berkontribusi Rp9,9 triliun per tahun untuk ekonomi nasional dari penghasilan mitra pengemudi dan mitra UMKM. Jumlah tersebut hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) 2017.

Tak hanya itu, lapangan pekerjaan baru pun bermunculan seiring bertambahnya jumlah mitra yang tertarik mengembangkan bisnis. Hingga September 2018, aplikasi Go-Jek telah diunduh lebih dari 108 juta kali. Oprasional Go-Jek pun telah merambah 167 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

"Mitra kami ini menjadi bagian penting karena mereka sudah menjadi wirausahawan mandiri. Mereka salah satu pengusaha mikro dan punya kontribusi nyata," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya berpendapat banyak generasi muda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku sedih dengan keadaan tersebut.

"Ada meme, katanya lintas karier pemuda Indonesia itu dari SD, SMP, masuk SMA, kemudian lulus jadi tukang ojek," kata Prabowo dalam diskusi Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Calon presiden itu berharap generasi muda Indonesia sebagai penerus bangsa bisa menjadi tenaga ahli dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Saya mau generasi muda Indonesia itu jadi entrepreneur, engineer, pilot, punya restoran, punya kafe, punya perusahaan sendiri, punya ladang tani, tidak sekadar jadi kuli," cetusnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan niatnya menjadi calon presiden adalah murni untuk memperbaiki bangsa. "Ini gerakan yang muncul dari dalam diri saya sendiri, karena saya sedih dengan kenyataan itu," kata dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id