Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kiri). (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kiri). (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Pemerintah Dorong Merek Waralaba Domestik

Ekonomi pameran waralaba
Eko Nordiansyah • 25 November 2016 15:42
medcom.id, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pengusaha waralaba menyebarluaskan merek produk lokal. Dengan begitu mereka tidak hanya mendorong perluasan pasar waralaba asing tetapi juga domestik.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pengembangan waralaba domestik harus disosialisasikan. Apalagi Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat mulai mengembangkan bisnis semacam ini karena lebih murah.
 
"Bahkan Bapak Presiden sendiri yang langsung turun untuk mengembangkan bisnis waralaba untuk dikenal masyarakat. Mengenal konsep waralaba ini. Jadi dengan konsep baru ini kita mengharapkan pertumbuhan lebih cepat lagi," ujarnya di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




 
Dirinya menambahkan, usaha waralaba berpotensi besar tumbuh lebih daripada usaha yang sudah ada. Bahkan Presiden Jokowi mengakui jika usaha waralaba putranya yaitu Gibran Rakbuming melalui Markobarnya lebih besar dari usahanya di bidang mebel dan furnitur.
 
"Jadi saya mikir bisnis usaha saya investasi besar, Pak Presiden juga mengatakan pabrik saya besar, investasi besar, tapi kalah dengan bisnis anaknya yang kecil, yang martabak," jelas dia.
 
Baca: WFSI 2016 Diharap Gairahkan Pengembangan Waralaba Lokal
 
Selain itu, bisnis waralaba juga menjanjikan pengembalian investasi atau return of investment yang cukup menggiurkan. Bisnis model waralaba memberikan sistem bisnis yang luar biasa dan inovatif di tengah perlambatan ekonomi.
 
"Karena dalam bisnis ini kalau dia statis maka dia tidak akan bertumbuh. Dia akan siklus untuk turun. Maka dia harus punya inovasi bisnis yang akan dinaikkan untuk memudahakan menjual konsep dan bekerjasama dengan pengusaha baru yang lain," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif