IMF Takjub dengan Indonesia Pavilion
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde -- Foto: dok Kementerian BUMN
Nusa Dua: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde begitu takjub dengan pameran bertajuk Indonesia Pavilion. Pameran yang menampilkan serba-serbi terkait Indonesia ini digelar pada pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

"Indonesia Pavilion sangat mengesankan," kata Lagarde, di Pavilion Indonesia, Nusa Dua Bali, Rabu, 10 September 2018.

Menurutnya, pameran kerajinan, teknologi, dan pariwisata begitu mengesankan bagi para tamu dan delegasi IMF-Bank Dunia. Apalagi proses kerajinan seni melukis kipas, pembuatan topeng, dan tenun dapat disaksikan secara langsung.

"Itu sangat bagus," ucap dia singkat.

Indonesia Pavilion merupakan kerja sama Kementerian BUMN bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Keuangan.

Gagasan lain yang ingin disematkan dalam Indonesia Pavilion ialah semangat Nawacita pada setiap aspek pembangunan. Adapun Indonesia Pavilion terletak di area utama pertemuan Nusa Dua. Ada beberapa ruangan tematik seperti BUMN Hall, Area Workshop, area pameran, VIP Lounge, dan Stage Pavilion/Coffee Shop.

 

Selama perhelatan IMF-Bank Dunia 2018, para delegasi dan tamu mendapat kemudahan dalam bertransaksi karena PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) menyediakan kartu debit virtual account. Kartu tersebut dapat digunakan selama pertemuan ekonomi bergengsi kelas dunia ini.

Melalui karu debit virtual account tersebut, delegasi dan tamu bisa melakukan kegiatan transaksi seperti tarik tunai dan transfer di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan ATM Bersama. Selain transaksi di ATM, kartu debit tersebut juga bisa ditransaksikan secara virtual.

Pada ajang IMF-Bank Dunia ini, BNI mencetak kartu debit virtual account sebanyak 760 buah guna menampung dana dari setiap delegasi. Di samping itu, bank pelat merah ini juga menyiapkan layanan dengan memperbanyak mesin EDC (Electronic Data Capture) sebanyak 7.432 unit di seluruh Bali.



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id