"Saya rasa sudah cukup memadai (penurunan suku bunga acuan)," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 29 September 2017.
Dirinya menambahkan, rendahnya inflasi memang memberikan ruang bagi bank sentral menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali. Namun ke depannya BI menilai jika pelonggaran tersebut sudah sesuai dengan kondisi ekonomi.
Lebih lanjut, BI menilai jika kondisi makro ekonomi Indonesia pada saat ini terjaga dengan baik. Inflasi yang menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kebijakan BI diprediksi akan sesuai target pada tahun ini maupun tahun depan.
Baca: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%
"BI yakin inflasi 2017 akan ada sesuai target dan inflasi 2018-2019 juga akan diperkirakan ada di titik tengah target 2018-2019 (sebesar 3,5 plus minus satu persen). Bahkan sedikit lebih rendah," jelas dia.
Selain itu, kondisi defisit transaksi berjalan juga terjaga sehat dengan perkiraan 1,8 persen dari PDB. Sedangkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan mencatatkan surplus USD11 miliar atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD9 miliar.
"Kami juga melihat bahwa secara umum indikator lain terjaga dengan baik dan BI juga sudah antisipasi perkembangan kondisi di dunia. Kami lihat penurunan ini dijalankan, kami lihat (penurunan suku bunga) sudah cukup memadai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News