Menko Perekonomian Darmin Nasution pesimistis penyaluran KUR sektor produksi capai target. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Menko Perekonomian Darmin Nasution pesimistis penyaluran KUR sektor produksi capai target. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Darmin Sebut Penyaluran KUR Produksi Meleset dari Target

Ekonomi kur
Desi Angriani • 16 Oktober 2019 15:14
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pesimistis target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi tercapai. Musababnya, banyak kegiatan produksi yang dilakukan secara individual ketimbang berkelompok atau klaster.
 
"Ada banyak kegiatan produksi yang sendiri-sendiri saja. Kalau dia klaster pasti akan lebih mudah mengurus itu," ujarnya di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Adapun dari target penyaluran KUR tahun ini sebanyak Rp140 triliun, pemerintah menargetkan porsi sektor produksi sebesar 60 persen. Target tersebut naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 50 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini produksi itu 60 persen, tapi agaknya sulit dicapai," aku mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
 
Perbankan dinilai kurang berminat menyalurkan kredit bagi sektor produksi yang bekerja secara individu. Karena itu, pemerintah terus mendorong munculnya klaster demi mencapai target yang ditetapkan tahun ini.
 
"Kalau sendiri, bank juga tidak terlalu semangat dibandingkan kalau mengurus satu kelompok yang isinya 100 orang menerima KUR. Tantangan ini tidak mudah," ungkap dia.
 
Pemerintah sudah menyalurkan KUR sebesar Rp435,4 triliun hingga Agustus 2019. Jumlah tersebut disalurkan kepada 17,5 juta debitur dengan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) 1,31 persen.
 
Realisasi penyaluran KUR pada periode 1 Januari sampai 31 Agustus 2019 mencapai Rp102 triliun. Angka itu hampir mencapai target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp140 Triliun.
 
Khusus untuk bidang fesyen dan produk turunannya, KUR yang digelontorkan pemerintah pada periode Januari-September 2019 sebesar Rp1,13 triliun kepada 45,1 ribu debitur. Industri pakaian jadi dan perlengkapan jadi sektor dengan penyaluran tertinggi, yakni sebanyak Rp770 miliar atau sebesar 67,6 persen dari total penyaluran.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif