PUPR Imbau Proyek Infrastruktur Utamakan Keselamatan Kerja
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau proyek infrastruktur harus mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelaku usaha dan pekerja di sektor konstruksi harus menyadari hal tersebut guna meningkatkan daya saing.

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan peningkatan keselamatan konstruksi menjadi ukuran keberhasilan pembangunan infrastruktur. Keandalan bangunan dan manfaat pun ditentukan oleh keselamatan dalam proses pelaksanaan konstruksi.

"Berbagai kegagalan bangunan yang terjadi akhir-akhir ini memperlihatkan kepada kita semua bahwa masalah keselamatan konstruksi masih terabaikan. Untuk itu perlu upaya yang serius dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan seluruh stakeholders konstruksi agar K3 konstruksi diimplementasikan pada seluruh proyek konstruksi," ujar Syarif dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Kementerian PUPR dalam menjamin dan keselamatan dalam pelaksanaan konstruksi dilakukan dengan membentuk Komite Keselamatan Konstruksi. Komite tersebut bertugas antara lain melaksanakan pemantauan dan evaluasi, melaksanakan investigasi kecelakaan konstruksi, serta memberi saran dan pertimbangan kepada ketua komite.

Baca: Jokowi Ingin Sertifikasi Pekerja Konstruksi Dikebut

"Komite Keselamatan Konstruksi diharapkan dapat mendorong keselamatan kerja dan menjadi budaya dalam setiap pelaksanaan kegiatan konstruksi di Indonesia," imbuhnya.

Sementara, untuk meningkatkan budaya keselamatan kontruksi di Indonesia, Ditjen Bina Konstruksi PUPR melakukan berbagai upaya. Di antaranya merevisi peraturan tentang pengadaan barang dan jasa (Permen 31/2015), aspek K3 akan diintegrasikan dalam proses tender.

Kemudian, lanjutnya, memberikan sosialisasi kebijakan dan hukum serta pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan K3. Terakhir, membuka Klinik Konstruksi sebagai media layanan pendampingan, konsultasi, dan nasihat teknis kepada para pelaku konstruksi.

Syarif menuturkan K3 menjadi salah satu prinsip konstruksi berkelanjutan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pedoman Implementasi Konstruksi Berkelanjutan.

"Salah satu konsep konstruksi berkelanjutan yang kita terapkan adalah konstruksi hijau. Konstruksi hijau dalam proses konstruksi memiliki titik berat pada rantai pasok hijau, proses konstruksi hijau, serta perilaku dan praktik hijau," bebernya.

Dalam praktik konstruksi hijau Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR mendorong pelaksanaan jalan hijau dengan menyusun berbagai kriteria untuk melakukan sertifikasi jalan hijau.

"Meningkatkan keselamatan konstruksi pada seluruh kegiatan konstruksi mampu mengurangi keterlambatan penyelesaian proyek, mencegah kecelakaan, dan menurunkan biaya proyek. Sehingga seluruh aktivitas di proyek dan sekitarnya tidak terganggu, dan membantu mencegah kerusakan lingkungan," tutup Syarif.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id