Jokowi Ingin Sertifikasi Pekerja Konstruksi Dikebut

Achmad Zulfikar Fazli 31 Oktober 2018 14:33 WIB
konstruksi
Jokowi Ingin Sertifikasi Pekerja Konstruksi Dikebut
Presiden Jokowi saat di JI Expo Kemayoran. Foto: Medcom.id/Fikar.
Jakarta: Presiden Joko Widodo ingin sertifikasi untuk pekerja konstruksi dikebut. Sertifikasi sangat dibutuhkan dalam bersaing dengan pekerja dari negara lain.
 
"Saya minta tahun depan (sertifikat yanh diberikan) 10 kali lipat dari yang diberikan sekarang," kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.
 
Jokowi menyerahkan sebanyak 10ribu sertifikat kepada pekerja konstruksi pada hari ini. Dia ingin sertifikasi itu ditambah karena persaingan global. Pekerja membutuhkan pengakuan sebagai spesialis seperti operator alat berat, pasang batu, pasang baja ringan, bangun irigasi. Sedangkan, saat ini baru
 
"Spesilisasi seperti ini sangat penting untuk kita tunjukkan bahwa kita terampil, skill kita tidak kalah dengan negara-negara lain. Kita berkompetisi, bersaing dengan SDM negara lain," ujar dia.
 
Jokowi pun mengapresiasi dedikasi para pekerja konstruksi. Konstruksi bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi untuk di daerah terisolasi.

Baca: Kementerian PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

Menurut dia, para pekerja konstruksi sudah banyak bekerja keras untuk membangun infrastruktur di seluruh daerah. Bahkan, hingga membawa alat berat menggunakan helikopter untuk mencapai daerah-daerah yang sulit.
 
Misalnya pembangunan bandara di Pulau Miangas. Pembangunan di pulau yang hanya berisikan 22 kepala keluarga itu tak akan tercapai tanpa dedikasi pekerja konstruksi.
 
Dia sangat bangga dengan keuletan para pekerja konstruksi. Dia pun mengaku kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik.
 
"Sekali lagi tanpa bapak atau ibu, program besar pembangunan infrastruktur ini tidak akan jalan," kata dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id