Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau besar yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Letak kedua pulau ini cukup berdekatan namun dipisahkan oleh lautan biru nan jernih yang memiliki biota laut begitu eksotis.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan sebagai provinsi ke-31 oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Adapun ibu kota dari wilayah ini adalah Pangkalpinang.
.jpg)
Wisatawan mengunjungi obyek wisata Pantai Tikus Emas di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Dulu, Belitung merupakan wilayah yang kaya akan timah. Kegiatan penambangan timah di Belitung sudah ada sejak lama. Hal itu bisa dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda pertambangan yang masih bersifat tradisional pada era 1950-an. Bahkan, untuk mendokumentasikan dan melestarikan hal itu dibangun museum bernama Museum Timah Indonesia.
Baca: Pembangunan Pariwisata NTT Terhambat Kurangnya Pembangunan Infrastruktur
"Dulu ada rumah warga berdiri di atas timah. Lalu, rumah warga itu dibongkar untuk warga melakukan penambangan timah. Memang dulu Belitung kaya akan timah. Diolah timah itu menjadi timah batangan," kata Dayat, salah seorang warga Belitung, kepada Metrotvnews.com.
Berbicara Pulau Belitung maka tidak terlepas dari Film Laskar Pelangi. Film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 2008 silam itu selain membicarakan mengenai sang pemimpi juga memberikan beberapa scene mengenai indahnya alam Pulau Belitung.
Baca: Hasto Ingin Danau Toba Sesukses Bali
Pulau yang terkenal dengan lada putih dan bahan tambang berupa timah ini ternyata menawarkan wisata bahari begitu elok, dengan pembatas pasir putih bak "karpet" bagi mereka yang hendak menyentuh hangatnya air laut di Negeri Laskar Pelangi itu.
Secara keseluruhan luas Pulau Belitung mencapai 4.800 km persegi atau 480.010 hektare (ha). Pulau Belitung disebelah utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, dan sebelah barat berbatasan dengan selat Gaspar.
.jpg)
Seorang nelayan beraktivitas di Pantai Tanjung Kelayang Desa Keciput, Sijuk, Beliung, Bangka Belitung (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Di sekitar pulau ini terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendanau, Kalimambang, Gresik, Seliu dan lain-lain. Pulau-pulau ini menawarkan keindahan masing-masing dengan karakteristiknya tersendiri. Pulau Belitung bisa dicapai melalui moda transportasi udara dengan tujuan Bandar Udara Tanjung Pandan.
Selain itu, bisa diakses melalui moda transportasi laut. Namun, perlu diketahui tidak ada angkutan umum di Belitung. Yang ada hanya sejumlah warga yang berprofesi ganda sebagai tukang ojek, selain bekerja di perkebunan, penambang timah, atau nelayan. Suhu Belitung terbilang panas sehingga jangan lupa untuk banyak meminum air putih agar tidak terkena dehidrasi.
Selain menawarkan pasir putih dan laut yang biru, di pulau ini terdapat Museum Kata Andrea Hirata. Di museum terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur, pengunjung akan diajak menapak secara bertahap mengenai perjalanan novel Laskar Pelangi, mulai dari cuplikan halaman per halaman novel laris itu hingga diangkat menjadi sebuah film.
Museum Kata Andrea Hirata merupakan museum sastra pertama di Indonesia. Mereka yang berkunjung ke museum ini bisa memperdalam mengenai pentingnya peranan karya sastra dalam kehidupan manusia sehari-hari. Tentu pengunjung akan terbawa dalam alam kesastraan ditunjang dengan situasional Pulau Belitung, yang keasriannya masih terjaga dari tangan-tangan bandel oknum tidak bertanggung jawab.
Setelah mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, tentu tidak lengkap bila tidak berkunjung ke Replika Sekolah Laskar Pelangi. Replika Sekolah Laskar Pelangi ini memiliki daya tarik tersendiri di mana replika memang menjadi bagian dalam Film Laskar Pelangi. Replika ini berada di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur atau hanya beberapa kilometer saja dari Bendungan Pice.
.jpg)
Wisatawan mengunjungi obyek wisata replika Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Sesuai letaknya, Pulau Belitung memiliki pinggir pantai eksotis dan sejumlah pulau yang berdekatan dengan menyajikan laut biru yang dasarnya bisa dilihat secara kasat mata. Bahkan, angin laut yang menyapu secara lembut, hangatnya panas matahari, ombak saling bertabrakan dan menghasilkan suara alam yang menentramkan, serta ikan-ikan seakan menyambut dengan berenang di bawah kapal benar-benar memberikan pemandangan yang tidak akan bisa dilupakan.
Untuk bisa menikmati kenikmatan itu, tidak ada salahnya mengunjungi Batu Berlayar, Pulau Pasir, Pulau Burung, Pulau Lengkuas, dan Pulau Kepayang. Semua pulau ini bisa diakses melalui Tanjung Klayang. Guna mencapai pulau itu, maka bisa menyewa perahu milik nelayan setempat tentu dengan harga yang kompetitif.
Pulau Lengkuas adalah salah satu pulau yang menjadi primadona pariwisata di Belitung. Daya tarik utama dari pulau ini adalah adanya sebuah mercusuar tua yang dibangun sejak Pemerintahan Kolonial Belanda pada 1882. Sampai sekarang, mercusuar masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.
Baca: Paket Wisata Danau Toba Segera Rampung
Para wisatawan diperbolehkan naik ke atas mercusuar. Namun, mercusuar ini tidak memiliki lift sehingga wisawatan harus menggunakan tangga untuk menuju puncak mercusuar yang mencapai 18 lantai itu.
Tidak hanya mercusuar, pulau ini juga menawarkan batu granit unik yang sangat besar, pasir putih, dan air laut yang jernih. Pulau ini tidak terlalu besar dan mungkin bisa dikelilingi dalam waktu 30 menit. Banyak spot-spot untuk melakukan selfie atau wefie.
Karena wilayahnya yang masih asri dan belum rusak oleh tangan jahil manusia maka biasanya pengunjung bisa menggunakan kesempatan ke pulau itu dengan menikmati pemandangan bawah laut melalui snorkeling atau diving. Di sekitar Pulau Lengkuas terdapat spot-spot yang bagus untuk melakukan snorkeling atau diving.
Namun, karena pulau ini tidak terlalu luas, untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, pengunjung disarankan untuk membawa persediaan air minum/air tawar serta selalu membawa pulang kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas di Pulau.
.jpg)
Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Sementara itu, tidak jauh dari lokasi Pantai Tanjung Klayang, terdapat salah satu pulau unik yang hanya bisa dikunjungi pada saat air laut sedang surut. Adapun syarat itu diberlakukan lantaran pulau itu merupakan pulau pasir.
Waktu yang ditempuh untuk mengunjungi pulau ini sekitar 15 menit dari Pantai Tanjung Klayang dengan menggunakan perahu mesin. Pulau Pasir merupakan tempat yang unik karena lokasi pulau ini terletak di antara beberapa pulau yang berdekatan antara satu dengan lainnya.
Apabila lelah datang, tidak ada salahnya berkunjung ke Pulau Kepayang untuk mengisi perut yang sudah kosong dan mengistirahatkan badan. Pulau di tengah lautan ini tidak berpenghuni dan hanya terdapat sebuah restoran. Pulau ini memang menjadi tempat pengunjung mengisi perut di restoran yang sekelilingnya didominasi oleh kayu dan beralaskan pasir putih.
Restoran ini benar-benar terbuka dan tidak ada dinding tebal yang menyekatnya sehingga para pengunjung bisa menyantap makanan laut khas Belitung sambil menikmati indahnya pemandangan di pulau tersebut. Selain itu, di pulau ini, para pengunjung bisa ikut serta melepaskan tukik atau anak penyu ke lautan.
Baca: Atraksi Loncat Indah Bocah Kaili di Pusat Laut Donggala
Jika tenaga sudah kembali maka mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi bisa menjadi pilihan untuk didatangi. Pantai ini diapit oleh dua semenanjung yaitu Tanjung Klayang dan Tanjung Pendam. Pantai ini memiliki bebatuan yang tinggi. Di tempat ini, para pengunjung bisa memaksimalkan waktu untuk bermain sebelum kembali ke Tanjung Klayang.
Jika sudah lelah dengan wisata bahari, tidak salah untuk berkunjung ke Museum Tanjung Pandan. Museum ini tersimpan benda-benda tradisional peninggalan Negeri Laskar Pelangi di masa lalu.
Memasuki halaman depan museum yang terletak di Jalan Melati Nomor A41, Tanjung Pandan, pengunjung akan disambut oleh ikan arapaima dan buaya muara berukuran besar yang sudah diawetkan. Ikan arapaima dan buaya muara ini banyak ditemukan di sungai-sungai yang terdapat di wilayah Belitung.
.jpg)
Wisatawan menikmati suasana pantai dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Pulau Belitung memang menawarkan sejumlah peluang dan potensi. Pulau yang memiliki garis pantai begitu indah ini memiliki kelebihan tersendiri dan bisa menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata. Wisata bahari yang begitu menggiurkan ditambah dengan masih alaminya hutan serta air laut yang jernih memanjakan mata yang melihatnya.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri, misalnya, sudah melirik Belitung sebagai wilayah yang memiliki potensi bisnis cukup baik. Bank Mandiri mencoba memetakan potensi bisnis di sini. Bahkan, Bank Mandiri wilayah Sumbagsel memecah area Sumatera Selatan (Sumsel) dengan Bangka Belitung menjadi wilayah tersendiri.
Baca: ITDC-Mandiri Gelar Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017
"Kami baru memecah area. Area di Sumsel dipecah dengan Bangka Belitung yang menjadi area juga. Dipecah mulai dua tahun lalu. Bank Mandiri mendukung pertumbuhan Bangka Belitung khususnya Belitung," kata Regional CEO Sumatera II Bank Mandiri Ridwan.
Di antara bisnis yang dilirik adalah sektor perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran. Sektor ini memiliki potensi cukup baik sekarang ini termasuk peluangnya di masa mendatang. Bank Mandiri siap mengoptimalkan penyaluran kredit di sektor tersebut.
"Pariwisata itu kalau ada orang mondar-mandir lalu dia belanja, makan, menginap di hotel. Itu kan di perdagangan, pariwisata, hotel, dan restoran," tutur Ridwan.
Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga mengakomodasi para pengusaha kecil di sektor pariwisata. Namun, pihaknya tidak hanya memfokuskan terhadap pariwisata semata. Akan tetapi, penunjangnya juga menjadi perhatian karena pariwisata tidak bisa berdiri sendiri.
"Pengusaha kecil di pariwisata juga kita masuki. Contohnya penjual oleh-oleh para pedagang. Itu perdagangan. Penunjang pariwisata. Jadi jangan dilihat pariwisata saja. Karena dalam sektor ekonomi di BI, sektor pariwisata masuk ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran," tegasnya.
Baca: Pariwisata jadi Primadona, Pemerintah Siapkan 10 Bali Baru
Bahkan, masih kata Ridwan, dirinya memperkirakan akan banyak hotel baru yang dibangun di negeri laskar pelangi ini. Kondisi tersebut membuktikan sektor pariwisata di Belitung terus tumbuh, ditambah lagi lama inap hotel tumbuh relatif baik.
"Dulu di sini sepi. Sekarang hotel sudah ada yang bintang tiga ke atas. Saya tahu akan ada yang membangun lagi. Ini tentu menjadi peluang bagi Belitung," tutur Ridwan.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan selalu menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi poros maritim. Infrastruktur konektivitas maritim pun kembali ditekankan Presiden Jokowi agar menjadi prioritas pembangunan di masa pemerintahannya.
.jpg)
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Beberapa contoh infrastrukturnya adalah seperti seaport (pelabuhan laut), deep seaport, dan logistik. Kemudian, Presiden Jokowi juga ingin pembangunan industri perkapalan dan pengolahan ikan menjadi nomor satu.
"Saya berharap pengelolaan laut di sepanjang pantai terutama yang berbatasan dengan Selat Malaka, Batam, Medan, Sumut dan lainnya, bisa betul-betul dikembangkan menjadi berkelas dunia," kata Jokowi.
Pembangunan infrastruktur maritim banyak bersinggungan dengan pembangunan sektor laut. Presiden mengatakan aktivitasnya mencakup sektor perhubungan laut, industri perikanan, energi, wisata bahari dan mineral yang berkaitan dengan kekayaan laut.
Baca: Pengembangan Bandara Silangit akan Dorong Pengembangan Danau Toba
"Jadi saya kira banyak yang bisa kita kembangkan menyangkut pemanfaatan kekayaan laut," ucap Jokowi.
Selain pengembangan infrastruktur, Presiden Jokowi juga meminta agar pembangunan kekuatan maritim terus dilanjutkan. Hal ini dia ungkapkan mengingat banyak ancaman yang bisa saja datang dari sektor kelautan di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti masalah illegal fishing dan perusakan ekosistem laut.
Bukan hanya itu, Jokowi melanjutkan, jalur laut kerap digunakan sebagai jalan melakukan penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, imigran atau pelintas gelap dan konflik perebutan sumber daya. "Kita tidak bisa abaikan penerapan diplomasi dalam membangun kekuatan maritim. Kita perlu bangun kemampuan diplomasi maritim dan kekuatan di laut," pungkas Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News