NEWSTICKER
Suasana diskusi 'Nongkrong Bareng Hebat' di Kawasan Harmoni, Jakarta, Minggu, 16 Februari 2020. Foto: Istimewa
Suasana diskusi 'Nongkrong Bareng Hebat' di Kawasan Harmoni, Jakarta, Minggu, 16 Februari 2020. Foto: Istimewa

UMKM Harus Memiliki Jaringan Kuat untuk Berkembang

Ekonomi umkm
Medcom • 16 Februari 2020 22:07
Jakarta: Para pelaku usaha harus memiliki cukup bekal pengetahuan dan jaringan yang kuat untuk membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Apalagi, keberadaan UMKM dapat berkontribusi dalam penerimaan devisa negara.
 
"Kita memberi tahu ke anak muda bahwa dalam memulai usaha, bukan hanya modal saja yang penting, tapi juga koneksi, jaringan yang kuat, pemahaman teknologi, dan finance. Jadi Hebat (PT Harapan Bangsa Kita) mewadahi itu," kata Chief Marketing Officer Hebat, Anshari Kadir dalam acara diskusi 'Nongkrong Bareng Hebat' di Kawasan Harmoni, Jakarta, Minggu, 16 Februari 2020.
 
PT Hebat merupakan perusahaan akselerator UMKM milik putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Perusahaan ini bergerak di bidang pemberian pendampingan dalam membantu pertumbuhan perusahaan UMKM. Pendampingan yang dilakukan mulai dari keuangan hingga strategi pemasaran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anshari mengatakan permasalahan anak muda dalam membangun UMKM beragam, mulai dari modal hingga strategi marketing. Namun, menurut dia, yang paling banyak ialah keberanian memulai.
 
"Paling susah itu memulainya, karena takut. Oleh karena itu, kita dalam setiap acara sharing dan diskusi kita menghadirkan pembicara-pembicara yang sudah sukses. Untuk saling berbagi kisah, sehingga mereka bisa berpikir, bahwa para pengusaha pengusaha ini, dulu dari nol. From zero to hero. Saya sendiri memulai Sang Pisang bersama Mas Kaesang dari nol, sampai sekarang punya cabang banyak. Artinya apa, semuanya mungkin," tutur dia.
 
Menurut dia, UMKM sangat penting untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. "Oleh karena itu, Presiden Jokowi menginginkan entrepreneur-entrepreneur muda tumbuh di Indonesa. Nah kita, Hebat, berperan dalam memberikan strategi pendampingan," ujar dia.
 
UMKM Harus Memiliki Jaringan Kuat untuk Berkembang
Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Adam Dwi
 
Pendiri perusahaan konsultan keuangan Jouska.ID, Aakar Abyasa, mengatakan para anak muda Indonesia sangat termotivasi dalam membangun UMKM. Akibatnya, mereka melupakan skill dalam mengelola UMKM.
 
"Akibatnya banyak mereka yang usahanya jalan di tempat dan berantakan. Kelihatannya tumbuh besar tapi sebenarnya enggak. Jadi yang harus dimiliki anak muda ini adalah bagaimana membangun usaha yang tidak hanya visible, tapi akuntable, sehingga ujungnya menjadi provitable," kata dia.
 
Salah satu cara agar para anak muda berhasil membangun UMKM ialah memiliki pengetahuan mengenai finansial atau keuangan. Para pelaku UMKM harus belajar mengenai keuangan.
 
"Kita mau membuat produk diawali tentang pemahaman mengenai finance. Itu basic skill, yang seharusnya semua CEO punya skill," ujar dia.
 
Menurut dia, pemerintah juga perlu intervensi membantu pertumbuhan UMKM. Selain lewat pelatihan mengenai finansial dan regulasi yang pro terhadap UMKM, pemerintah harus membangun ekosistem serta infrastruktur UMKM.
 
"Misalkan mal-mal di Indonesia itu didominasi oleh brand-brand asing. Seharusnya pemerintah berani investasi untuk membeli slot di mal, sesederhana itu, menurut saya pemerintah harus berani intervensi hingga ke situ," pungkas dia.
 

 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif