Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun--Istimewa
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun--Istimewa

Mengawal RUU Pertembakauan hingga Kelar

Ekonomi industri rokok cukai tembakau
K. Yudha Wirakusuma • 20 Maret 2019 11:13
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memastikan upayanya memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan tak akan kendur. Memperjuangkan RUU Pertembakauan dianggap ikhtiar membela kepentingan petani tembakau.
 
Misbakhun menyampaikan hal itu menyusul keputusan DPR dalam rapat paripurna ke-14 Masa Persidangan IV 2018-2019, Selasa, 19 Maret 2019, tentang pembahasan RUU Pertembakauan usai Pemilu 2019. Menurutnya, DPR memperpanjang masa pembahasan RUU Pertembakauan karena pemilu.
 
"Ada pemilu yang merupakan agenda nasional pada April, jadi pembahasan RUU Pertembakauan akan kembali dilanjutkan setelah pemilu usai," kata Misbakhun, Rabu, 20 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penggabungan Golongan Rokok Bisa 'Kebiri' Produksi Tembakau
 
Legislator Partai Golkar itu menambahkan, DPR sudah membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas RUU hasil usul inisiatif para wakil rakyat tersebut. Namun, pansus pimpinan Firman Soebagyo itu masih menunggu pemerintah menyerahkan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU Pertembakauan.
 
"Karena RUU Pertembakauan ini usul inisiatif DPR, maka DIM harus dari pemerintah. Hanya DPR baru menerima surat presiden, bukan DIM," paparnya.
 
Lebih lanjut influencer di Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (TKN Jokowi-Ma'ruf) itu meyakini RUU Pertembakauan jika kelak disahkan dan diberlakukan akan menjadi kabar baik bagi petani tembakau. Sebab, selama ini para petani tembakau yang sudah berkontribusi besar dalam mendatangkan pemasukan bagi negara justru dibiarkan tanpa perlindungan dalam bentuk undang-undang.
 
Dia mencontohkan konstituennya di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur yang sebagian berprofesi sebagai petani tembakau. "Tembakau Jatim dari Madura, Pasuruan, Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi sudah meliputi 47 persen produksi tembakau nasional," sebutnya.
 
Karena itu Misbakhun menyatakan tekadnya untuk terus meloloskan RUU Pertembakauan. "Di sini kita bicara soal petani tembakau. Saya bukan perokok, tetapi petani tembakau harus dilindungi dengan undang-undang," ujarnya.
 

(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif