"Digital bank, sebetulnya kita sudah mulai dari 1987 sampai sekarang. Kita setiap tahun selalu berinovasi. Dan inovasi itu selalu kita sesuaikan dengan kebutuhan nasabah," kata Kepala Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA Ina Suwandi, saat menjadi pembicara pada diskusi bertema Manuver Dalam Menembus Generasi Digital di Hotel ShangriLa, Jakarta, Kamis, 9 Juni 2016.
Ina menceritakan, inovasi pertama yang dilakukan oleh BCA dan berkaitan dengan teknologi yaitu penggunaan mesin Automated Teller Machine (ATM). Bahkan, bank swasta terbesar di Indonesia itu memeroleh predikat sebagai bank yang terbanyak memiliki mesin ATM.
Melanjutkan inovasi, BCA kembali mengeluarkan ide terbaru dalam melayani beragam kebutuhan nasabah. Pada tahun 2000 dan 2001, BCA berturut-turut meluncurkan fasilitas mobile banking dan internet banking.
"Tahun 2000, kita punya mobile banking. Dan yang terbaru saat ini, kita punya Sakuku sebagai bentuk e- Money," ucap Ina.
BCA ingin senantiasa berkembang dan menjadi yang terdepan dalam melayani nasabah. Itulah sebabnya, BCA memberikan berbagai layanan yang disesuaikan dengan gaya hidup nasabah masa kini.
"Memang dengan perkembangan zaman, kita tidak bisa hanya bergerak pada ATM saja. Kita dituntut bergerak lebih dan memberikan solusi lebih baik," jelasnya.
Ina melanjutkan, "Output yang penting bagi kami adalah bagaimana kita bisa memberikan solusi lebih baik buat nasabah.”
Walau telah mengadopsi teknologi terkini, BCA tetap memertahankan gaya konvensional. BCA tetap membuka kantor cabang di setiap wilayah di Indonesia. Hal itu bertujuan untuk memertahankan komunikasi personal dengan nasabah.
BCA, menurut Ina, tidak ingin kehilangan personal relationship dengan nasabah. BCA meyakini kedekatan personal antara BCA dan nasabah bisa dicapai hanya melalui tatap muka. Bukan melalui perangkat digital.
"Dengan pertimbangan itu, kami tetap memertahankan pembukaan cabang. Bahkan terbukti, kami membuka satu cabang, dana yang terkumpul juga cukup banyak. Jadi, sebenarnya peran cabang cukup penting. Jadi saling melengkapi," kata Ina menjelaskan.
BCA hingga kini memadukan antara gaya konvensional dengan digital untuk melayani kebutuhan 14 juta nasabah. Dirinya berkeyakinan bahwa salah satu aspek saja tidak bisa untuk memenuhi target yang dicapai yaitu kepuasan nasabah. Kedua aspek itu saling berkaitan dan membutuhkan dalam upaya memenuhi target kepuasan nasabah.
"Kita tidak bisa hanya punya cabang tok, tapi juga tidak meninggalkan cabang dan hanya fokus kepada digital," ujar Ina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News