Sinergi Garuda Indonesia dan 9 BUMN bantu restrukturisasi Merpati. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Sinergi Garuda Indonesia dan 9 BUMN bantu restrukturisasi Merpati. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Utang Merpati Airlines Menyusut Jadi Rp6 Triliun

Ekonomi merpati sekarat
Suci Sedya Utami • 16 Oktober 2019 23:33
Jakarta: Maskapai perintis Indonesia Merpati Nusantara Airlines lambat laun mulai bangkit dari keterpurukan akibat terlilit utang dan tunggakan yang besar.
 
Pascaputusan Pengadilan Niaga Surabaya terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) November lalu, kini utang-utang maskapai pelat merah tersebut berangsur mengecil. Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha mengatakan dari posisi utang Rp10,9 triliun, kini tersisa sekitar Rp6 triliun.
 
"Sudah turun, pengadilan di PKPU menghapuskan bunga," kata Asep ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asep mengatakan bunga utang tersebut cukup besar, yakni lebih dari Rp4,4 triliun. Asep bilang sisa Rp6 triliun tersebut saat ini tinggal pokok utang pada seluruh kreditur. Jumlah krediturnya pun mencapai ribuan yang 80 persennya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.
 
Untuk membereskan sisa utang yang ada, kata Asep langkah selanjutnya yakni meneruskan restrukturisasi. Meski demikian Asep masih enggan untuk membicarakan detail mengenai restrukturisasi tersebut.
 
Namun yang pasti upaya pembenahan terus dilakukan salah satunya dengan membentuk dua anak usaha yakni Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Facility (MTF). Dua anak perusahaan tersebut hingga kini telah mendapat keuntungan bisnis.
 
Selain itu, Merpati juga baru mendapatkan dukungan bisnis baru dari Garuda Indonesia dalam jasa pelayanan kargo udara. Merpati nantinya akan menjadi agen kargo dengan menggunakan fasilitas pesawat milik Garuda Group dalam hal ini Citilink.
 
Hingga kini, kendati masih memiliki pesawat, namun Merpati tidak memiliki izin untuk terbang kembali. Maka dari itu dalam bisnis kargo, Merpati menggunakan pesawat milik Garuda Group.
 
Dengan adanya kegiatan pelayanan kargo ini diharapkan Merpati akan mendapatkan keuntungan sehingga bisa digunakan untuk perbaikan pesawat dan kembali bisa diterbangkan.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif