NEWSTICKER
Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Dirut Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra (kedua kanan) dengan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha (kedua kiri). Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Dirut Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra (kedua kanan) dengan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha (kedua kiri). Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Garuda Beri Pinjaman 8 Pesawat ke Merpati

Ekonomi merpati sekarat
Suci Sedya Utami • 16 Oktober 2019 19:34
Jakarta: Garuda Indonesia akan meminjamkan delapan unit pesawatnya kepada Merpati Airlines untuk memulai bisnis pelayanan kargo udara. Garuda berkomitmen untuk membantu restrukturisasi bisnis Merpati agar kembali bangkit dari keterpurukan.
 
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra bersama dengan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha beserta direksi BUMN lainnya yang turut terlibat.
 
Ari, sapaannya, mengatakan selain membantu bisnis kargo Merpati, Garuda juga akan mengelola bisnis anak usaha Merpati yakni Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Center (MTC).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Garuda fokus membantu Merpati hanya di kargo dulu. Maintenance Facility dan Training Center juga dikelola Garuda," kata Ari di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Di masa awal, jelasnya, Garuda akan memberi pinjaman tiga pesawat yang terdiri dari satu kargo eksisting dan dua koversi dari Citilink dengan kapasitas 12,5 ton setiap pesawat. Lalu di tahun depan ada tambahan pesawat lainnya.
 
"Jadi total ada delapan pesawat akan kita operasikan untuk mengangkut kargo-kargo BUMN dengan kerja sama dengan Merpati," tutur Ari.
 
Sementara itu, Direktur Kargo Garuda Indonesia M Iqbal mengatakan saat ini Merpati punya pesawat namun masih belum memiliki izin terbang sehingga masih menggunakan pesawat milik Garuda Group. Dalam kerja sama ini, Merpati bertindak sebagai agen kargo.
 
"Jadi Merpati yang sebagai agen kargo dan sebagai pengangkutnya adalah Citilink untuk rute Jayapura-Wamena, Timika Wamena pulang pergi," kata Iqbal.
 
Menurut dia pasar dari bisnis kargo di Papua sangat luas. Pertumbuhan pasar kargo mencapai 11 persen setiap tahun.
 
Dengan bisnis agen kargo, Merpati perlahan akan mendapatkan keuntungan sehingga bisa digunakan untuk perbaikan pesawat dan kembali bisa diterbangkan.
 
"Kalau tidak salah ada 6-7 pesawat (Merpati) yang masih bisa beroperasi. Nanti revenue-nya ke Merpati dong dari bisnis kargo. Nah pesawat Citilink nanti dibayar sama Merpati," tutur dia.
 
Sementara itu Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha menambahkan saat ini pesawat Merpati memang sedang diistirahatkan. "Yang kita operasikan terakhir 25 pesawat, tapi sekarang istirahat semua," jelas Asep.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif