Anggota Dewan Pengawas Syariah FWD Life Agus Siswanto mengatakan, pemanfaatan teknologi juga dapat memastikan konsep transparansi yang menjadi salah satu keunggulan produk asuransi syariah tetap terjaga. Dengan begitu, penerapan teknologi mampu menepis keraguan dari nasabah dalam berasuransi syariah.
Baca: Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp74,61 Triliun
"Walaupun masih banyak pandangan minor terhadap konsep asuransi, namun saya yakin pemanfaatan teknologi dalam proses edukasi mengenai konsep saling melindungi dan tolong menolong di antara para peserta yang dimiliki oleh asuransi jiwa syariah dapat menjadi salah satu hal penting," ujar dia di JW Marriot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016).
Apalagi, lanjut Agus, bagi perusahaan asuransi syariah yang pada dasarnya merupakan pemegang amanah bagi terlaksananya mekanisme tolong menolong di antara peserta, teknologi informasi menjadi sangat besar peranannya dalam membangun kepercayaan dari para peserta asuransi syariah tersebut.
Sementara itu, Chief of Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu menambahkan, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus dalam menjawab tantangan dan peluang industri asuransi jiwa syariah ke depan. Pendekatan yang diakukan yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital agar dapat mempercepat proses edukasi, sosialisasi dan penyediaan akses terhadap produk asuransi syariah.
Hal ini diperkuat dengan data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan bahwa sepanjang 2016 sebanyak 132,7 juta orang Indonesia kini telah terhubung dengan internet. Angka tersebut naik 51,8 persen dibandingkan jumlah pengguna internet pada 2014 lalu yang hanya sebesar 88 juta pengguna internet.
"Sejak awal berdiri, FWD Life telah menggunakan platform penjualan asuransi tanpa kertas di mana hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi. Sebagai pionir asuransi digital, FWD Life siap meningkatkan penetrasi asuransi dan bersama-sama mengedukasi masyarakat khususnya di industri asuransi jiwa syariah," jelas Ade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News