Suasana konferensi pers AAJI mengenai kinerja industri asuransi jiwa Indonesia kuartal II-2016 (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)
Suasana konferensi pers AAJI mengenai kinerja industri asuransi jiwa Indonesia kuartal II-2016 (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Kuartal II-2016

Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp74,61 Triliun

Husen Miftahudin • 10 Oktober 2016 13:55
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melihat ada perbaikan signifikan terhadap bisnis industri asuransi jiwa meski perekonomian masih dalam ketidakpastian. AAJI mencatat total premi pada kuartal II-2016 sebesar Rp74,61 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp67,82 triliun.
 
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengungkapkan, premi yang dibukukuan di kuartal II-2016 membuat keseluruhan pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp99,88 triliun. Tumbuh sebanyak 42,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp69,97 triliun.
 
"Kendati perekonomian nasional dan global bergerak lambat, pertumbuhan total pendapatan asuransi jiwa tetap mengalami peningkatan," ujar Hendrisman dalam konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal II-2016 di Rumah AAJI, Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Dia melanjutkan, total pendapatan premi merupakan penyumbang terbesar pendapatan industri asuransi jiwa dengan kotribusi sebesar 74,7 persen. Sumbangan premi ini yang menyebabkan pendapatan perusahaan asuransi jiwa tumbuh 42,8 persen di kurtal kedua tahun ini.
 
Sementara subsektor pendapatan premi, yakni premi bisnis baru tumbuh sebesar 10,8 persen. Dari Rp39,19 triliun di kuartal II-2015 menjadi Rp43,41 triliun di kuartal dua tahun ini. "Premi bisnis baru masih menjadi kontributor utama dari total pertumbuhan premi yakni sebesar 58,2 persen terhadap seluruh total pertumbuhan premi di kuartal II-2016," ungkap Hendrisman.
 
Menurutnya, peningkatan premi bisnis baru ini ditopang oleh meningkatkanya kinerja saluran distribusi alternatif sebesar 22,8 persen dan berkontribusi 24,3 persen terhadap premi bisnis baru. Sementara dari produk asuransi kesehatan berkontribusi 4,2 persen dari seluruh total premi bisnis baru.
 
"Hal ini menunjukkan produk asuransi kesehatan masih menjadi yang diminati masyarakat Indonesia," tuturnya.
 
Sementara subsektor premi bisnis lanjutan tercatat naik sembilan persen menjadi Rp31,19 triliun di kuartal II-2016 dari Rp28,63 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Premi bisnis lanjutan memberi kontribusi sebesar 41,8 persen terhadap total pendapatan premi pada kuartal II-2016.
 
"Ini terlihat meningkatnya kepercayaan masyarakat dan produk asuransi jiwa serta kesadaran akan pentingnya mempertahankan perlindungan jangka panjang yang diberikan asuransi jiwa," pungkas Hendrisman.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan