Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)

Menteri Rini Buka Suara soal Said Didu

Ekonomi ptba kementerian bumn
Annisa ayu artanti • 31 Desember 2018 13:02
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akhirnya angkat suara mengenai pernyataan mantan komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Said Didu soal pencopotan dirinya.
 
Rini menjelaskan alasan pencopotan Said Didu karena banyak pembicaraan yang dilontarkan dan langkah yang diambil oleh Said Didu, mewakili pemegang saham.
 
"Jadi banyak dalam bicara, dalam langkah Pak Said Didu tidak mewakili pemegang saham. Padahal komisaris itu fungsinya menjaga, mengawasi direksi untuk menjalankan kepentingan-kepentingan saham," kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini menginginkan perusahaan-perusahaan BUMN termasuk PT Bukit Asam semakin baik. Hal itu tercermin melalui komunikasi yang baik oleh perusahaan kepada publik.
 
"Tujuannya apa ya perusahaan harus semakin baik juga cara kita dengan masyarakat bagaimana. Pemikiran tentang perusahaan seperti apa, komunikasi ke publik seperti apa. Simpel saja," tukas Rini.
 
Baca: Tak Sejalan dengan Menteri BUMN, Said Didu Dicopot dari PTBA
 
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelumnya memutuskan mencopotnya jabatan beberapa komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Salah satunya adalah Said Didu.
 
Said Didu dicopot karena diangkap tidak sejalan dengan pemegang saham. Hal itu diungkapkannya dalam cuitannya.
 
"Hari ini saya merasa terhormat karena, pertama dilakukan RUPS Luar Biasa PTBA dengan agenda tunggal memberhentikan saya," imbuhnya.
 
"Alasan pemberhentian saya karena dianggap tidak sejalan dengan pemilik saham dwi warna (Menteri BUMN)," cuit Said Didu, Jumat 28 Desember 2018 pukul 11.33 WIB.
 
RUPSLB pun mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi serta mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan Muhammad Said Didu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif